Categories: Ekonomi Bisnis

Think Out of The Box, Jadi Kunci Pertahankan Bisnis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 lalu memporak-porandakan berbagai sektor, termasuk perekonomian. Sektor pariwisata dan perhotelan pun mendapat tantangan untuk bisa bertahan di masa pandemi.

General Manager Grand Central Hotel Edy Nizon Fong menyampaikan, okupansi perhotelan menurun drastis di awal masa-masa pandemi, bahkan hanya mencapai 10 hingga 20 persen, dari yang sebelumnya mencapai 70 sampai 80, bahkan 100 persen. Oleh karena itu, pihaknya dipaksa memutar otak untuk dapat bertahan di masa pandemi Covid-19.

"Kita harus think out if the box (pikirkan cara lain, red) agar bisa bertahan. Di empat sampai enma bulan pertama pandemi, tidak ada formula-formula yang tepat karena kami tidak ada pengalaman menghadapi pandemi. Kami try and error (coba dan gagal)," ujarnya, Senin (29/3).

Edy bercerita, pihaknya banyak melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya agar bisa bertahan, karena fasilitas-fasilutas seperti kamar, wedding, meeting room, dan lain sebagainya tidak bisa diandalkan seperti sebelum pandemi berlangsung.

Ia mengatakan Grand Central Hotel memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk bertahan, mulai dari berjualan di pinggir jalan, menjual makanan dalam kotak, hingga menawarkan service AC. "Kami buat paket work from hotel, staycation, dan lain-lain. Kami ditantang untuk membuat sesuatu yang berbeda," ujarnya

Edy teringat di masa 4-6 bulan pertama pandemi, pihaknya juga menjual makanan mulai dari Rp5 ribu, melakukan penghematkan energi. "Dari 8 lantai, hanya 1 atau dua lantai yang terisi. Kalau kami tidak bisa dapat revenue besar, kami harus melakukan penekanan biaya. Kami  jualan makanan Rp5 ribu, Rp10 ribu. Hotel juga ada tim engineering, mulai dari teknisi AC, dan lain-lain. Kami tawarkan jasa itu untuk masyarakat umum. Kami sempat melakukan itu," ceritanya.

Dikatakan Edy, pihaknya juga menurunkan harga untuk fasilitas yang diberikan. Ia juga menawarkan jasa servis dan laundry, bahkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. "Kamijuga tawarkan pesan antar, tentu itu semua kami jamin kebersihan dan sesuai dengan protokol kesehatan," ujarnya

Kendati demikian, Edy bersyukur meskipun dihadapkan pada masa sulit, pihaknya masih bisa bertahan. Ia menuturkan Pekanbaru adalah kota yang unik, di mana Pekanbaru adalah kota bisnis dan bukan kota wisata. Kondisi ini membuat hotel-hotel di Pekanbaru jauh lebih baik dibandingkan kota lainnya. "Pekanbaru ini unik, rata. Kalau ramai rata, kalau sepi juga rata. Kondisi seperti ini dirasakan hampir semua hotel di Pekanbaru," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, hotel juga terus berbenah agar bisa keluar dari masa-masa sulit. Sampai saat ini okupansi di Grand Centra Hotel mukai merangkak secara perlahan, menuju 40 hingga 50 persen.(anf)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dari Kehilangan ke Kebahagiaan, Wako Pekanbaru Beri Motor untuk Sandro

Sandro, warga disabilitas di Pekanbaru, terharu terima motor baru dari wali kota setelah kehilangan akibat…

1 hari ago

Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

Ratusan ASN Pekanbaru resmi jadi PNS. Wako ingatkan gaji berasal dari uang rakyat dan minta…

1 hari ago

Layanan KTP di Pekanbaru Hampir Dua Pekan Gangguan, Warga Keluhkan Antrean Lama

Layanan KTP dan KIA Disdukcapil Pekanbaru terganggu hampir dua pekan. Antrean panjang terjadi, warga keluhkan…

1 hari ago

Pasca Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Pulau Kijang Dapat Bantuan Sembako

Sebanyak 106 KK korban kebakaran di Pulau Kijang mulai menerima bantuan darurat. Pemerintah fokus penuhi…

1 hari ago

Polisi Bongkar Penimbunan Solar di Pelalawan, 13,6 Ton Disita!

Polisi ungkap penimbunan 13,6 ton solar subsidi di Pelalawan. Satu pelaku diamankan bersama barang bukti…

1 hari ago

Lift Barang Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis

Lift proyek RS Santa Maria jatuh dari lantai tujuh. Tiga pekerja luka berat dan dirawat…

2 hari ago