Categories: Ekonomi Bisnis

9 Juta Perangkat Android Terinfeksi Malware

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Smartphone Android menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Bersanding dengan Android, ada smartphone dengan sistem operasi (OS) lainnya yakni iOS dari Apple yang juga cukup mendominasi.

Untuk iOS dari Apple, banyak pihak meyakini bahwa dukungan OS tersebut lebih aman buat perangkat yang memakainya. Hal ini tak lepas dari ketatnya aturan dan eksklusivitas toko aplikasi mereka yang tidak bisa sembarang dimasuki para pengembang aplikasi.

Hal ini berbeda dengan Android yang cenderung “bebas”, membuat OS bikinan Google ini menjadi lebih tidak aman jika dibandingkan dengan iOS dari Apple. Soal OS Android yang kurang aman baru-baru ini juga dilaporkan bahwa setidaknya ada 9,3 juta perangkat Android yang telah terinfeksi oleh malware kelas baru yang menyamar sebagai game dengan berbagai genre.

Selain itu, dilaporkan juga bahwa AppGallery (toko aplikasi) yang dikembangkan Huawei disebut mencuri informasi perangkat dan nomor ponsel korban. Temuan inj diungkapkan oleh peneliti dari Doctor Web, yang mengklasifikasikan trojan sebagai “Android.Cynos.7.origin,” karena fakta bahwa malware tersebut adalah versi modifikasi dari malware Cynos.

Dari total 190 game nakal yang diidentifikasi, beberapa dirancang untuk menargetkan pengguna berbahasa Rusia, sementara yang lain ditujukan untuk audiens Tiongkok atau internasional.

Setelah diinstal, aplikasi meminta izin kepada korban untuk melakukan dan mengelola panggilan telepon, menggunakan akses untuk mengumpulkan nomor telepon mereka bersama dengan informasi perangkat lain seperti geolokasi, parameter jaringan seluler, dan metadata sistem.

“Sekilas, kebocoran (data) berupa nomor ponsel mungkin tampak seperti masalah yang signifikan. Namun pada kenyataannya, hal itu dapat sangat merugikan pengguna, terutama mengingat fakta bahwa anak-anak adalah target utama dari game tersebut,” kata peneliti Doctor Web dilansir daru TheHackerNews.

Sementara aplikasi yang mengandung malware telah dihapus dari toko aplikasi, pengguna yang telah menginstal aplikasi di perangkat mereka harus menghapusnya secara manual untuk mencegah eksploitasi lebih lanjut.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

12 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

13 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

13 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

1 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

1 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

1 hari ago