Categories: Ekonomi Bisnis

Mahfud: Di Awal Pandemi, Instansi Sulit Cairkan Anggaran

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan ada masalah dalam pencairan anggaran kementerian/lembaga di awal pandemi merebak di Indonesia. Tepatnya, Maret 2020 lalu.

Mahfud menjelaskan banyak kementerian atau lembaga yang takut mencairkan anggaran. Hal ini karena skema pencairan yang diatur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat ketat.

"Sehingga ada yang mengadu kepada saya, kami ada anggaran segini, mau mengeluarkan uang tapi aturannya seperti ini, seperti itu, nanti jadi temuan kami dikorupsikan," ungkap Mahfud dalam Webinar Ekonomi & Politik, Sabtu (26/6/2021).

Mahfud mengatakan, salah satu yang mengadu kepadanya adalah mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Saat itu, Juliari mengatakan tak bisa menyalurkan dana karena ada aturan yang menghambat.

"Di antara yang mengadu itu Pak Juliari (mantan) menteri sosial, datang ke saya. Bagaimana nih kami ada uang tidak bisa disalurkan, karena aturan gini gini gini, kalau salah jadi temuan. Padahal harus disalurkan," ujar Mahfud.

Setelah itu, Mahfud bertemu dengan BPK untuk membicarakan pencairan anggaran kementerian atau lembaga. Kemudian, dikeluarkan aturan baru yang lebih memudahkan dalam pencairan anggaran.

"Lalu dibuatlah aturan-aturan yang lebih substansif, sifatnya tidak formalistik. Misalnya dulu Anda keluarkan uang, sejumlah sekian harus ditandatangani di atas materai sekian, sekarang tidak," kata Mahfud.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kerap marah dan menegur jajaran menterinya karena rendahnya realisasi belanja. Misalnya saja pada 7 Juli 2020 lalu, Jokowi menyindir para menteri soal serapan anggaran.

Selang satu bulan, Jokowi kembali menegur para menteri akibat realisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang masih rendah, pada rapat Senin (3/8). Bahkan ada kementerian/lembaga yang belum memiliki Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) penanganan Covid-19.

Bahkan, menurutnya, beberapa kementerian/lembaga itu tidak memahami prioritas yang harus dikerjakan saat ini.

"Di kementerian, di lembaga, aura krisisnya betul-betul belum, masih terjebak pada pekerjaan harian. Enggak tahu prioritas yang harus dikerjakan," kata Jokowi saat itu.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp695 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2020. Untuk tahun ini, anggarannya naik menjadi Rp699 triliun.

Sementara, realisasi anggaran PEN tahun ini baru sebesar Rp226 triliun per 18 Juni 2021. Angka itu setara dengan 32,4 persen dari pagu yang sebesar Rp699 triliun.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

10 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

10 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

10 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

10 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

10 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

12 jam ago