Categories: Ekonomi Bisnis

Ini Jurus Pemerintah agar Kredit Lebih Masif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah menempuh berbagai instrumen kebijakan untuk mendorong akselerasi penyaluran kredit perbankan. Bank Indonesia (BI) bahkan telah menurunkan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate menjadi 3,5 persen. Itulah angka yang terendah sepanjang sejarah.

Sayangnya, langkah agresif pemerintah dan regulator tidak serta-merta menuai reaksi cepat dari perbankan. Karena itu, pemerintah merumuskan konsep baru agar perbankan lebih gesit menyalurkan kredit.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang menyiapkan revisi peraturan menteri keuangan (PMK) tentang penjaminan kredit usaha. Beleid tersebut diharapkan menjadi pendukung pertumbuhan kredit perbankan.

"Kami berfokus mengalirkan kredit melalui program-program penjaminan. Dengan begitu, bank tidak ragu memberikan pinjaman dan perusahaan tidak ragu meminjam," terangnya dalam Temu Stakeholders untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional kemarin (25/3).

Revisi PMK itu, menurut Ani, akan membuat akses kredit bagi industri dan dunia usaha semakin terbuka. Perbankan pun bisa menyalurkan kredit dengan suku bunga yang rasional.

Sementara itu, sejak awal 2020 sampai Januari 2021, suku bunga BI7DRR turun 125 bps YoY (year-on-year). Pada periode yang sama, suku bunga dasar kredit (SBDK) hanya turun 78 bps. Akibatnya, spread (sebaran) SBDK terhadap BI7DRR melebar menjadi 6,28 persen atau naik 46 bps per Januari 2021.

Padahal, penurunan suku bunga acuan seharusnya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perbankan. Tingginya spread hanya akan membuat perbankan mendapatkan untung lebih besar. Sebaliknya, spread yang tinggi itu membuat masyarakat enggan mengajukan kredit.

Karena itulah, Gubernur BI Perry Warjiyo meminta perbankan menjalankan transmisi kebijakan BI dengan menurunkan suku bunga kredit. Sejauh ini bank-bank pelat merah dan BCA terpantau menurunkan suku bunga kredit.

"Makanya, kami dari KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) memohon perbankan turunkan kredit. Makasih bank Himbara sudah mulai. Bank lain ayo turunkan suku bunga kredit," tegas Perry.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

21 jam ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

21 jam ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

21 jam ago

SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…

24 jam ago

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…

24 jam ago

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

2 hari ago