Categories: Ekonomi Bisnis

Perbankan dan Leasing Diminta Permudah ACC Kredit Kendaraan Bermotor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Industri otomotif menyambut baik penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen pada Kamis (22/8) yang diputuskan oleh Bank Indonesia (BI). Sebab selama ini, banyak konsumen industri otomotif membeli produk dengan skema kredit. Penurunan suku bunga diharapkan kembali menggairahkan industri otomotif.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto berharap, kebijakan penurunan suku bunga acuan diikuti dengan menurunnya suku bunga kredit yang terjangkau oleh konsumen.

“Terkait dengan penurunan suku bunga ini, mudah-mudahan berdampak positif terhadap industri otomotif di tanah air. Tentu saja, kami berharap penurunan suku bunga acuan ini bisa dilanjutkan dengan penurunan suku bunga kredit,” kata Frans kepada JawaPos.com, Minggu (25/8).

Namun demikian, Frans juga mengharapkan perusahaan penyalur pembiayaan bukan hanya memberikan pembiayaan murah saja. Lebih dari itu, ia menginginkan adanya kelonggaran dalam persetujuan kredit bagi konsumen di industri otomotif.

Menurut Frans, perusahaan pembiayaan seperti perbankan selama ini mempersulit persetujuan kredit yang diberikan kepada konsumen. Alasannya, banyak mereka yang takut dengan jebloknya Non-Performing Loan (NPL) akibat banyaknya debitur yang mengalami kredit macet.

“Harapan kami perusahaan pembiayaan juga bisa memberikan kelonggaran dalam persetujuan kredit yang diajukan. Tapi, tidak sembarangan pula dalam memberikan kelonggaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, BI kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen. Dengan begitu, kebijakan ini menjadi penurunan suku bunga kedua yang diambil bank sentral sejak November 2018 lalu. BI menyatakan, keputusan itu diambil setelah melihat kondisi perekonomian nasional yang stabil.

Keputusan tersebut diambil setelah BI melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019. Dengan penurunan suku bunga tersebut, maka suku bunga deposit facility juga menurun sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan itu konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran, dan tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik. Kondisi tersebut dapat mendukung stabilitas eksternal.

“Selain itu juga sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global,” kata Perry saat konferensi pers di Kantor BI, Jakarta, Kamis (22/8).
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

6 menit ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

3 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

3 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

24 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

24 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago