Categories: Ekonomi Bisnis

Masyarakat Diajak Hindari Investasi Bodong

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau mengingatkan masyarakat agar melakukan investasi di sektor yang asetnya riil atau nyata. Ini dilakukan agar tidak sampai terjerat investasi bodong yang belakangan ini sedang marak terjadi di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Logistik Kadin Riau Iva Desman saat menjadi narasumber dalam kegiatan talkshow dengan tema "Waspada Penipuan Investasi" yang digelar oleh Binmas Polda Riau di Mal Pekanbaru. "Ada beberapa jenis investasilah yang lebih baik dilakukan agar terhindar dari yang nanya investasi bodong. Yang pertama adalah sektor riil, yang nyata, produktif. Nampak lah asetnya jelas," ujar Ivan Desman, Sabtu (23/4).

Yang kedua, adalah sektor keuangan, tapi harus berpikir logis dan sesuai dengan kemampuan. Dan itu perlu peningkatan literasi keuangan oleh OJK ke masyarakat, jangan sampai ketipu. "Misalnya kita punya dana lebih, apa produk yang harus kita beli. Mungkin produk perbankan, deposito, surat utang negara, kemudian sukuk, atau bisa juga penyertaan modal. Namun semua ini harus dibarengi dengan literasi keuangan," tuturnya.

Dikatakannya, jika untuk inklusinya kita sudah bagus, literasinya yang masih rendah. Ini yang harus ditingkatkan di masyarakat terutama untuk Provinsi Riau agar tidak terjebak kepada investasi yang sifatnya bodong.

Kasubag Pengawasan Pasar Modal OJK Riau Muhammad Yamin yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengatakan kegiatan talkshow ini adalah kegiatan positif. "Salah satu tugas OJK adalah edukasi dan sosialisasi. Nah ini kebetulan kolaborasi dengan Binmas Polda dan Kadin. Tujuannya adalah meningkatkan literasi masyarakat. Karena pemahaman masyarakat masih rendah soal ini, makanya banyak yang tergiur investasi bodong," sebutnya.

Ia mengatakan ada dua hal yang perlu dilakukan, yaitu Preventif dan Represif. OJK secara tupoksi melakukan yang preventif atau pencegahan, caranya adalah dengan edukasi dan sosialisasi.

PS Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Teddy Ardian mengingatkan  masyarakat jika menjadi korban dari investasi bodong tersebut untuk tidak takut melapor kepada pihak kepolisian. "Tentunya itukan akan kita data, kita pelajari masing-masing. Saya rasa ya jangan takut melapor kalau memang menjadi korban. Kita harus laporkan," tuturnya.(anf)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

20 jam ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

21 jam ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

21 jam ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

22 jam ago

Bebani Jalan Kota, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Segera Matangkan Pembangunan Jalan Lingkar 70

DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh langkah Pemko mematangkan pembangunan Jalan Lingkar 70 guna mengurai kemacetan…

2 hari ago

Belum Tersentuh Pemkab, Warga Parit 16 Tembilahan Swadaya Cor Jalan Rusak

Warga Lorong Karya Bersama Parit 16 Tembilahan, Inhil, terpaksa bergotong-royong mengecor jalan rusak secara swadaya…

2 hari ago