Categories: Ekonomi Bisnis

Trossen Telling Bikin Produksi PTPN IV Regional III Makin Presisi, Akurasi Tembus 96,77 Persen

PEKANBARU, RIAUPOS.CO – Deretan tanaman kelapa sawit di kebun-kebun PTPN IV Regional III kini tak lagi hanya mengandalkan pengalaman lapangan, melainkan diperkuat tata kelola on-farm berbasis data melalui implementasi trossen telling sebagai fondasi estimasi produksi.

Dalam dua tahun terakhir, entitas ini menjadikan trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai instrumen utama perencanaan produksi. Sepanjang 2025, pendekatan tersebut menjadi pengawal realisasi produksi tandan buah segar (TBS).

Dari total produksi 1,6 juta ton TBS, tingkat akurasi perhitungan bunga buah mencapai 96,77 persen. Bahkan, dibandingkan prognosa tahun yang sama, realisasi produksi menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen, mencerminkan selisih yang sangat tipis antara estimasi dan capaian riil di lapangan.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi dalam membangun budaya kerja berbasis presisi.

“Di PTPN IV Regional III, kami memastikan produksi tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi data yang terukur. Sepanjang 2025, akurasi trossen telling mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Pekanbaru, Selasa (24/2).

Menurutnya, trossen telling bukan sekadar metode penghitungan bunga buah, tetapi menjadi parameter utama untuk memproyeksikan produksi TBS selama satu tahun penuh. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebutuhan operasional dari hulu ke hilir, mulai dari tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO).

“Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi. Tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar,” katanya.

Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, Semester I dan Semester II 2025, dengan pembobotan berdasarkan kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP. Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yakni jumlah tandan berbobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen.

Data realisasi produksi diambil dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit. Pengukuran akurasi menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan patokan terbaik berada pada deviasi 0 persen.

Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk perbaikan metode pada 2026.

Bambang menambahkan, capaian tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas dalam setiap lini operasional.

“Arahan beliau tentang validitas data, kepatuhan pada SOP, dan integritas seluruhnya tercermin dalam capaian ini. Inilah transformasi yang kami jalankan, presisi sebagai budaya kerja, data sebagai fondasi keputusan, dan produksi yang dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Di tengah tantangan fluktuasi produksi dan tuntutan efisiensi, pendekatan berbasis data tersebut menjadi strategi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan potensi deviasi perencanaan. (ifr)

Redaksi

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

6 jam ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

6 jam ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

1 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

1 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

2 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

4 hari ago