Categories: Ekonomi Bisnis

Direksi BRK Syariah Optimis Kinerja Bank Terjaga dan Tumbuh

BATAM (RIAUPOS.CO) – Keberhasilan PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) mempertahankan kinerja terbaik merupakan cerminan atas kuatnya sinergi dan harmonisasi antar-unit kerja di lingkungan Bank. Melalui harmonisasi, maka berbagai tantangan menjadi lebih mudah dihadapi dan dicarikan solusi.

Hal itu disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah pada pelatihan “Analisa Pembiayaan Produktif Menggunakan Perangkat Internal Rating Sistim dan Analisa Counterparty Non-Bank Menggunakan Counterparty Limit Analysis” di Batam, Jumat (23/2) yang diikuti peserta dari Divisi Manajemen Risiko.

“Saya mengajak kita semua untuk saling mendukung satu sama lain. Berbagi pengetahuan, dan memberikan yang terbaik untuk mencapai kinerja yang lebih baik bagi BRK Syariah. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan. Dengan semangat kolaborasi dan keinginan untuk belajar, saya yakin kita akan mencapai hasil yang luar biasa,’’ katanya.

Pelatihan ini, kata Fajar Restu akan sangat membantu pegawai di Financial Review dan Institutional Review untuk mengembangkan diri dengan kompetensi yang sangat relevan dengan tugas dan tanggunjawab kerja. ‘’Namun, tidak hanya itu, pelatihan ini juga akan memberikan penekanan pada pentingnya etika, kerja sama tim, dan komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas. Semoga kita akan tumbuh bersama sebagai tim yang tangguh dan handal dalam menjalankan tugas-tugas,” kata Fajar Restu Febriansyah.

Menurut Restu, situasi lingkungan eksternal dan internal bank mengalami perkembangan pesat yang diikuti semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha. Kegiatan usaha bank yang merupakan sumber pendapatan yang dominan dibandingkan jasa-jasa lainnya adalah kredit. Kredit adalah suatu bisnis yang berisiko tinggi, maka diperlukan pengelolaan yang baik yaitu penerapan Manajemen Risiko.

‘’Risiko kredit pada umumnya terdapat pada seluruh aktivitas perusahaan yang kinerjanya bergantung pada kinerja debitur, kinerja pihak lawan (counterparty), dan/atau penerbit (issuer). Tujuan utama Manajemen Risiko untuk risiko kredit adalah untuk meminimalkan kemungkinan dampak negatif dari aktivitas penyaluran pembiayaan perusahaan yang dapat menimbulkan kerugian pada perusahaan,” katanya lagi.

Masih kata Restu, kondisi ekonomi global memasuki fase yang cukup menantang. Normalisasi suku bunga The Fed yang hampir dipastikan akan melanjutkan kenaikan suku bunga menandai momentum hike rate yang secara multiplier effect akan dirasakan juga sampai ke emerging market. Peran treasury semakin strategis untuk mengawal kebutuhan likuiditas bank dan sebagai business unit yang diharapkan memberikan sumbangsih terhadap profitabilitas bank.

‘’Keberadaan counterparty, menjadi salah satu key success factors dalam mendorong kapabilitas treasury. Memiliki counterpart yang capable dan kuat dari sisi permodalan membuat bank semakin mampu memitigasi risiko treasury terutama terkait dengan risiko likuiditas. Countrerparty Limit merupakan penetapan jumlah maksimum trading kepada counterparty atas dasar analisa risiko yang mungkin terjadi seperti Bank Risk, Liquidity Risk, Interest rate Risk, Country Risk dan sebagainya,” tuturnya.(rio)






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

16 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

19 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

20 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

21 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago