Categories: Ekonomi Bisnis

Suku Bunga Rendah Potensi Dorong Kredit

(RIAUPOS.CO) – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat ekspansi moneter melalui akselerasi dengan stimulus fiskal pemerintah. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, Komite Stabilitas Sistem Keuangan sedang mengkaji paket stimulus fiskal 2021. BI juga mendorong kredit untuk sektor-sektor yang penting dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Pembukaan sektor ekonomi yang produktif dan aman ini yang sedang kami koordinasikan,” ungkap Perry dalam diskusi virtual Jumat (22/1). Rencana itu tentu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi yang masih berjalan.

BI telah memetakan sektor-sektor yang memiliki risiko persebaran virus SARS-CoV-2 rendah, tapi berpengaruh signifikan untuk akselerasi PEN (selengkapnya lihat grafis). Nantinya, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk penjaminan kredit dan suku bunga untuk sektor-sektor tersebut.

Salah satu kebijakan pendukung stimulus tersebut, menurut Perry, adalah suku bunga BI 7-Day (reverse) Repo Rate (BI-7DRR) yang rendah. Dia berharap perbankan bisa memanfaatkan kebijakan itu untuk meningkatkan kinerja kreditnya.

Perry juga berharap berbagai stimulus fiskal lain serta kebijakan moneter dan makroprudensial bisa terserap optimal dalam masyarakat. “Sampai kapan? Sampai ada tanda-tanda inflasi membaik,” ucap pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut.

Selain itu, BI mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Khususnya terkait dengan pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, sektor tersebut menyumbangkan 61,1 persen produk domestik bruto (PDB).

Perry optimistis ekonomi domestik tumbuh bertahap tahun ini. “Berkisar 4,8 sampai 5,8 persen,” ungkapnya. Keyakinan itu juga didorong peningkatan konsumsi masyarakat dengan stimulus fiskal dari pemerintah hingga akhir 2020. Baik melalui belanja bantuan sosial maupun subsidi upah.

Kendati demikian, percepatan vaksinasi dan disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam masyarakat adalah syarat utama kesuksesan PEN. Dua faktor tersebut penting untuk menjaga kesehatan, memulihkan mobilitas manusia, dan menggairahkan kembali aktivitas ekonomi serta dunia usaha.

Terpisah, Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR RI, meminta pemerintah lebih gesit dan sigap dalam memulihkan perekonomian. Jika tidak, berbagai masalah ekonomi akan menjadi semakin serius. Di antaranya, pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial masyarakat.

Dia menilai, eksekusi dan serapan anggaran PEN sangat lambat. Penyebabnya adalah ketidaksiapan birokrasi. Akibatnya, program tersebut tidak optimal dalam meredam dampak resesi. “Ditambah, publik dikejutkan dengan korupsi bantuan sosial yang menguras emosi,” keluhnya.(fiz)

Laporan JPG, Jakarta

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

20 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

20 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

21 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

21 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago