Categories: Ekonomi Bisnis

RDG BI November Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap 5 Persen

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Setelah empat kali menurunkan suku bunga acuan, Bank Indonesia (BI) akhirnya mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) 5,00 persen pada November ini.

Keputusan tersebut mempertimbangan perekonomian domestik yang cukup memiliki daya tahan dalam menghadapi ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, meski di bawah ekspektasi, ekonomi Indonesia masih stabil jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Selain itu, nilai tukar rupiah cenderung menguat dan inflasi masih terkendali di kisaran 3 persen,” papar Perry di Gedung BI Kamis (21/11).

Untuk melonggarkan likuiditas perbankan, pihaknya juga menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank umum konvensional dan Bank Umum Syariah serta Unit Usaha Syariah (UUS) 50 basis poin (bps). Masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4,0 persen, dengan GWM rata-rata masing-masing tetap 3,0 persen. Kebijakan GWM yang baru akan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

Dengan adanya penurunan GWM tersebut, likuiditas perbankan akan bertambah. Perry memerinci, bank umum akan ada tambahan likuiditas Rp 24,1 triliun. Lalu, bank syariah Rp 1,9 triliun.

“Kebijakan ini ditempuh untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan sehingga memudahkan mereka (perbankan, Red) menyalurkan kredit (pembiayaan),” urainya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, keputusan BI sudah tepat. Airlangga menyebut, hal itu terkait dengan tekanan dari sektor eksternal yang masih cukup besar, terutama berasal dari masih tingginya risiko global seiring masih adanya ketidakpastian dari kesepakatan dagang antara Tiongkok dan AS.

“BI tentu telah mempertimbangkan berbagai faktor dalam keputusannya,” ujar Airlangga.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyatakan, keputusan BI menahan suku bunga acuan di level 5 persen sekaligus juga menahan suku bunga deposit facility 4,25 persen dan suku bunga lending facility 5,75 persen sudah sesuai perkiraan. Menurut Wisnu, bank sentral pasti akan terus mencermati kondisi likuiditas dan fungsi intermediasi sektor perbankan.

Saat ini keputusan BI menahan suku bunga disebabkan kondisi permintaan kredit yang masih lemah. Dengan kondisi itu, Wisnu memprediksi BI tetap mempertahankan suku bunga di level 5 persen hingga akhir tahun ini.

“Ke depan, BI melihat ekonomi global dan domestik untuk memanfaatkan ruang lebih lanjut. Kami berpikir bahwa BI akan mengambil kebijakan dengan tetap menjaga suku bunga acuan pada level saat ini sepanjang tahun,” urainya.

Pergerakan BI Rate 2019 (%)

Januari 6

Februari 6

Maret 6

April 6

Mei 6

Juni 6

Juli 5,75

Agustus 5,50

September 5,25

Oktober 5,00

November 5,00

Sumber: BI, 2019

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

18 jam ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

18 jam ago

Truk Tonase Besar Kembali Marak di Jalan HR Soebrantas, Anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla Angkat Suara

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mendesak Dishub dan Polresta Pekanbaru bertindak tegas menertibkan…

19 jam ago

Total 683 Dapur Beroperasi di Riau, BGN Targetkan 1,5 Juta Penerima Manfaat

Badan Gizi Nasional meresmikan 87 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Riau untuk mendukung…

21 jam ago

Cegah Peredaran Barang Haram, Polsek Kampar Kiri Gelar Razia Kafe Malam Hari

Polsek Kampar Kiri menggelar razia pencegahan narkotika di sebuah kafe di Desa Lipat Kain Utara,…

24 jam ago

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

1 hari ago