Categories: Ekonomi Bisnis

Total Kredit Rp29,2 Triliun Waskita Karya Direstrukturisasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil bernegosiasi dengan 21 bank. Perusahaan pelat merah itu pun mendapatkan dukungan penuh untuk restrukturisasi utang dengan total fasilitas kredit Rp29,2 triliun atau 100 persen dari total kredit.

Kesepakatan itu melengkapi penandatanganan perjanjian restrukturisasi perseroan induk yang telah dilaksanakan pada 25 Agustus. Pada kesempatan tersebut, perseroan induk telah mendapatkan dukungan melalui penandatanganan master restructuring agreement (MRA) dari tujuh perbankan. 

Selanjutnya, 15 September perseroan kembali mendapatkan dukungan dari 14 bank melalui penandatanganan perjanjian aksesi restrukturisasi. Sebanyak 21 bank tersebut mendukung penuh restrukturisasi utang perseroan induk dengan memberikan perpanjangan masa kredit hingga lima tahun ke depan dan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif. 

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan, restrukturisasi itu merupakan bagian dari transformasi bisnis perseroan yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita. "Transformasi ini merupakan komitmen kami untuk menjamin going concern perseroan dan mengelola fondasi keuangan yang kuat serta implementasi prinsip tata kelola yang baik pada seluruh elemen perseroan," ujar Destiawan, Senin (20/9).

Waskita Karya menargetkan pertumbuhan kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan CAGR hingga 25 persen pada 3–5 tahun ke depan. Dampak positif dari implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita juga mulai tecermin pada kinerja semester pertama tahun ini dengan mencatatkan laba bersih usaha Rp 33,4 miliar atau meningkat 102,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Langkah Waskita Karya melakukan transformasi bisnis dinilai sebagai langkah yang tepat guna meningkatkan kinerja di masa pandemi Covid-19 saat ini. "Ini langkah tepat oleh Waskita dalam konteks perbaikan kinerja di 2021 dan ke depan," kata pengamat BUMN Toto Pranoto.

Menurut Toto, langkah utama dalam melakukan transformasi bisnis ini adalah membuat portofolio bisnis yang lebih sehat. Tidak semua produk bersifat proyek jangka panjang, misalnya jalan tol. Tapi, sebagian adalah proyek yang return-nya bersifat jangka pendek dan menengah. "Dengan demikian, apabila ada shock ekonomi yang bersifat jangka panjang, portofolio jangka pendek dan menengah bisa menolong cash flow perusahaan," jelasnya.(agf/c19/dio/jpg)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

16 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

16 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

2 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

2 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

3 hari ago