Categories: Ekonomi Bisnis

Ekspor-Investasi Bakal Melaju

MEDAN (RIAUPOS.CO) — Pemangkasan suku bunga acuan 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang agak tersendat. Pada kuartal I, ekonomi hanya tumbuh 5,07 persen gara-gara seretnya kinerja ekspor dan investasi.

’’Penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak positif pada kinerja ekspor. Biaya borrowing dari perbankan lebih murah, lending perbankan menjadi lebih baik,’’ jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo seperti diberitakan JPG,  kemarin (20/7).

Dody melanjutkan, ekspansi dari perbankan itu akan memberikan gambaran bahwa kegiatan ekspor menjadi lebih baik. Selama ini merosotnya kinerja ekspor domestik tidak terlepas dari dampak trade war antardua raksasa ekonomi, AS dan Tiongkok. ’’Dengan turunnya ekspor, konsumsi pasti tertahan,’’ tambahnya.

Perlambatan ekspor juga berdampak kepada menurunnya investasi. Padahal, komponen tersebut selalu diandalkan untuk memacu pertumbuhan. Karena itu, pemerintah harus segera melakukan mitigasi sehingga pertumbuhan ekonomi tahun ini tetap terkendali. ’’Salah satunya, spending (belanja) pemerintah dinaikkan,’’ imbuhnya.

Founder dan Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini menambahkan, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini cukup sulit menembus angka 5,2 persen. ’’Dalam kondisi seperti ini (ketidakpastian global dan ekspor negatif), 5,2 persen itu tidak mungkin,’’ ungkapnya.

Menurut Hendri, ada sejumlah faktor yang memengaruhi. Di antaranya, momentum Lebaran dan pemilu ternyata tidak mampu mendongkrak pertumbuhan pada kuartal I dan II. Pemilu juga tidak lagi mendorong konsumsi pemerintah dan rumah tangga.

Sebab, telah terjadi pergeseran belanja pemilu yang tidak lagi mengandalkan belanja fisik. ’’Bukan lagi belanja makanan, tekstil, atau cetak kaus. Tetapi, semua sudah serbadigital, cukup beli paket (data) sudah bisa jadi media kampanye,’’ katanya.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengungkapkan, suku bunga kredit bisa segera turun sehingga pelaku usaha mendapat kepastian kemudahan pembiayaan. ’’Cost of fund rendah, pertumbuhan ekonomi akan bergairah. Selain itu, pemilu sudah selesai sehingga dunia usaha lebih bisa bertindak mengambil keputusan,’’ ujarnya.

Namun, ke depan ruang perubahan suku bunga acuan bakal sempit. Apakah masih ada ruang untuk penurunan lanjutan, menurut Ryan, semua itu bergantung kepada kondisi perekonomian global. Terutama apakah tensi perang dagang bakal mereda atau sebaliknya.

Ekonom DBS Masyita Crystallin menilai, inflasi ke depan akan rendah. Sepanjang 2019, dia memperkirakan inflasi bakal berada di level 3,2 persen. Hal itu yang mendorong BI menurunkan suku bunga acuan.(jpg)
Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

7 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

10 jam ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

10 jam ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

1 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

2 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

2 hari ago