SSK II Pekanbaru Masih Sepi Penumpang
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memasuki pekan ke-3 Ramadan Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru masih mengalami penurunan penumpang. Pantauan Riau Pos, Senin (20/5) suasana Bandara SSK II Pekanbaru masih terligat sepi, hanya terlihat beberapa penumpang yang melakukan cek in dibagian keberangkatan untuk menuju kota tujuannya.
Selain itu, suasana yang tak berbeda juga tampak di area kedatangan penumpang, terlihat beberapa orang yang datang dari berbagai kota asal menuju Kota Pekanbaru untuk bertemu bersama keluarganya.
Jovi (28) saha seorang penumpang tujuan Batam mengatakan, dirinya sangat menaklumi kondisi sepinya Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena banyak masyarakat yang belum mendapatkan cuti untuk pulang kampung.
“Setiap tahun kalau pertengahan puasa pasti sunyi sih, kan belum banyak masyarajat yang bisa mengambil cuti untuk pulang kampung. Belum lagi, harga tiket yang masih lumayan mahal, sudah pasti banyak yang menggunakan transportasi darat,â€ucapnya.
Sementara itu, Executive GM Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait mengatakan, kondisi menunurnya penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ini merupakan dampak dari penurunan Aircraft movement 2019 dibanding 2018 sebesar 5.357 Flight atau -39,0 persen.
Selain itu, Penurunan PAX 2019 dibanding 2018 sebesar 672.744 Orang atau -39,2 persen, dan juga penurunan Kargo 2019 dibanding 2018 sebesar 2.093.967 Kg atau -25,0 persen turun menambah kerugian yang dialami oleh Bandara SSK II Pekanbaru.
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…