Categories: Ekonomi Bisnis

Rupiah Anjlok, Pagi ini Sentuh Rp16.273 per Dolar AS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nila tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menerus mengalami pelemahan menembus level 16.000. Berdasarkan kurs tengah JISDOR Bank Indonesia (BI), Jumat (20/3) pagi pukul 10.15 WIB, Rupiah berada di level Rp16.273.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, kondisi mata uang Garuda saat ini tidak bisa disamakan dengan era keruntuhan rezim Soeharto tersebut.

“Ini nggak bisa dibandingkan dengan tahun 98. Persentase penurunannya pun berbeda jauh. Kalau ini kan dari 13.000 ke 16.000. Kalau tahun 98 dari posisi 2.000 ke 16.000 jelas berbeda. Persentase pelemahannya pun berbeda,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Seperti diketahui, pada saat krisis 1998 lalu rupiah menyentuh level 16.650, bahkan menjadi salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, kurs rata-rata Rupiah terhadap USD di kisaran 2.000 dengan titik terkuatnya pada 1.977 per USD pada 1991.

Pergerakan kurs saat itu seperti roller coaster. Pada 1997, kurs mulai merangkak naik dari 4.000 per USD menjadi 6.000 per USD. Sempat menyentuh 13.000, dolar Abang Sam sedikit menjinak, hingga membuat kurs Rupiah di level 8.000 pada April 1998.

Namun setelah pada Mei 1998 terjadi penembakan mahasiswa, kerusuhan, dan kejatuhan Orde Baru, kurs Rupiah Juni 1998 menyentuh titik terendah 16.650 per USD. “Kalau dari sisi makronya jauh lebih buruk 98, fundamental lebih kuat sekarang. Meski pertumbuhan ekonomi mulai lambat seperti sekarang tapi enggak ada indikator meskipun CAD dan neraca perdagangan mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sementara, pengamat Indef Bhima Yidhistira menambahkan, setelah mengalami masa kelam menembus 16.650, kurs Rupiah pasca 1998 menemukan keseimbangan baru di level 9.000 per USD. Berkaca dari itu, Bhima menuturkan, yang perlu diperhatikan tahun ini adalah fluktuasinya.

“Jika depresiasinya konsisten justru bahaya. Artinya dalam jangka panjang rupiah terus melemah, sulit kembali ke 13.000,” pungkasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor : E Sulaiman

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

20 jam ago

Perjuangan Daerah Istimewa Riau Belum Padam, 130 Organisasi di Riau Tetap Solid Mendukung

Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.

20 jam ago

Sambut Event Bakar Tongkang, Rohil Hadirkan Aplikasi Pintar untuk Wisatawan

Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.

20 jam ago

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

2 hari ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

2 hari ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

2 hari ago