Categories: Ekonomi Bisnis

Salurkan KUR, Utamakan Sektor Produktif Unggulan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perlahan tapi pasti, kegiatan dunia usaha mulai bangkit. Terlihat dari level usaha riil di masyarakat dan perekonomian yang tumbuh. Salah satunya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K Triprakoso mengatakan, tahun ini bank berlogo pita emas itu mendapatkan plafon KUR sebesar Rp40 triliun. Meningkat dari plafon 2021 sebesar Rp35 triliun.

Penyaluran KUR, lanjut dia, fokus menyasar sektor produktif unggulan. Alhasil, hingga akhir April 2022, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp14,41 triliun kepada lebih dari 133 ribu debitur UMKM. Realisasi tersebut meningkat 10,03 persen year-on-year (YoY).

Dari total penyaluran KUR, 58,67 persen dialokasikan ke sektor produksi atau sebesar Rp8,45 triliun. Sedangkan nonproduksi senilai Rp5,95 triliun.  "KUR Bank Mandiri pada 2022 tetap difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah. Baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis. Ditambah koordinasi yang kuat di seluruh jaringan serta kerja sama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce," paparnya.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mampu menyalurkan KUR Rp88,99 triliun hingga April 2022. Jumlah tersebut mencapai 34,32 persen dari total target penyaluran KUR tahun ini sebanyak Rp260 triliun. "BRI mendapat tugas menyalurkan 70 persen dari total KUR nasional. Kami sudah memiliki cukup data sebagai landasan menyusun strategi penyaluran KUR yang semakin besar," beber Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Jumlah penerima pembiayaan KUR sudah mencapai 2,4 juta nasabah dari target 7,91 juta nasabah. Perinciannya, Rp2,15 triliun kepada 245.059 nasabah usaha supermikro. Di segmen mikro, tersalurkan Rp75,10 triliun untuk 2.098.581 nasabah. Untuk segmen usaha kecil, penyalurannya sudah mencapai Rp11,75 triliun kepada 42.926 nasabah.

Menurut Catur, menyalurkan KUR tak terlepas dari strategi perseroan memperkuat ekosistem digital sehingga mampu mendorong efisiensi proses bisnis.

"Kondisi ekonomi kembali bergeliat di tataran pelaku UMKM. Hal itu dibarengi dengan tingkat kredit bermasalah yang terjaga di angka 1,33 persen," katanya.(han/c7/dio/jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

22 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

23 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

23 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

23 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

23 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

24 jam ago