Ilustrasi
RIAUPOS.CO – Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Tembilahan memblokir sementara belasan ribu rekening nasabah yang tidak aktif (dormant), sebagai tindak lanjut dari arahan otoritas keuangan nasional. Langkah ini diambil guna memperkuat keamanan sistem perbankan dan mencegah penyalahgunaan rekening.
Pimpinan BRK Syariah Tembilahan, Khoirudin, menjelaskan bahwa pemblokiran ini merupakan bagian dari kebijakan lanjutan yang masih berlaku hingga 17 Juli 2025. Rekening yang masuk kategori dormant umumnya adalah rekening yang tidak melakukan transaksi dalam jangka waktu tertentu.
“Langkah ini adalah bentuk pengamanan sementara untuk mencegah potensi penyalahgunaan, termasuk pencucian uang atau tindak pidana lainnya,” kata Khoirudin, Kamis (17/7).
Selain sebagai upaya keamanan, kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan serta memperbarui data nasabah dalam rangka mendorong digitalisasi layanan perbankan nasional.
Ia menegaskan bahwa pemblokiran ini tidak bersifat permanen. Nasabah yang merasa rekeningnya diblokir karena tidak aktif cukup datang ke kantor BRK Syariah terdekat untuk aktivasi ulang.
“Kami mengimbau nasabah segera menghubungi pihak bank, membawa identitas diri, dan mengisi formulir aktivasi agar rekening bisa kembali digunakan seperti biasa,” tambahnya.
Khoirudin juga menyampaikan bahwa pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan kantor pusat terkait ketentuan teknis pemblokiran ini, termasuk dasar hukumnya.
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…
DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…
Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…
Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…
DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh langkah Pemko mematangkan pembangunan Jalan Lingkar 70 guna mengurai kemacetan…
Warga Lorong Karya Bersama Parit 16 Tembilahan, Inhil, terpaksa bergotong-royong mengecor jalan rusak secara swadaya…