Categories: Ekonomi Bisnis

Harga TBS Sawit Terus Turun, Gubri Lapor Presiden

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kebijakan melarang ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya menyebabkan harga penjualan tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sawit, khususnya di Riau terus turun. Menyingkapi kondisi ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar pun akan melapor ke Presiden Joko Widodo.

Syamsuar mengatakan, berdasarkan laporan dari pemerintah kabupaten/kota, ditemukan fakta bahwa tangki timbun perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) maupun di tangki penampungan akhir, diperkirakan hanya mampu menampung CPO untuk dua pekan ke depan.

Akibat tangki penampungan penuh maka PKS tidak mampu lagi membeli TBS dengan harga yang bersaing, bahkan, semakin hari semakin turun.

"Inilah kondisi yang kami temukan di lapangan. Di satu sisi, kita menuntut perusahaan PKS membeli dengan harga yang sesuai aturan, tapi di sisi lain suplainya sudah berlebih-lebih. Akhirnya harga jatuh," ujar Gubri Syamsuar, Ahad (15/5).

Ditegaskan Gubri, kondisi yang merugikan masyarakat ini juga sudah banyak dilaporkan kepadanya. Oleh sebab itu, dirinya akan segera melaporkan persoalan ini kepada Presiden RI Joko Widodo. "Saya selaku gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah akan melaporkan segera kondisi ini kepada Presiden," ungkapnya.

Gubri berharap, ada solusi terbaik, khususnya bagi petani sawit. Karena Provinsi Riau adalah provinsi dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia. "Dengan kondisi yang seperti ini, tentu yang banyak dirugikan adalah masyarakat Riau karena kebun sawit terluas ada di Riau," ucap mantan Bupati Siak dua periode itu.

Selain akan melapor kepada Presiden Jokowi dan menteri-menteri terkait, Gubri dalam beberapa hari ke depan juga akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit, termasuk organisasi-organisasi terkait kelapa sawit untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. "Saya mau kumpulkan semua agar ada jalan keluar yang menguntungkan semua pihak," tegas Gubri.

Jika tak ada aral melintang, Gubri akan menggelar pertemuan dengan perusahaan dan organisasi sawit pada Selasa (17/5) depan.

Sementara itu, menyusul terus menurunnya harga kelapa sawit, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo rencananya datang ke Riau Selasa (17/5)  besok. Mentan bersama beberapa pejabat terkait memang ingin membahas masalah penurunan harga kelapa sawit ini.

Tidak hanya dengan Gubri dan bupati/wali kota se-Riau, Mentan rencananya juga akan mengundang 21 gubernur dari provinsi penghasil sawit untuk membahas masalah rendahnya harga TBS ini.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir Zulfadli, rapat bersama Mentan akan digelar secara hybrid. "Jadi selain ada yang tatap muka, kemungkinan gubernur-gubernur dari provinsi penghasil sawit lainnya akan mengikuti rapat ini secara zoom atau virtual," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov Riau telah menerbitkan SE Gubri kepada seluruh bupati/wali kota agar mengawal secara intensif proses penerapan harga pembelian TBS dan realisasi penerapan harga pembelian TBS di tingkat PKS.

Pemprov Riau bersama pemkab/kota juga telah melakukan pengawasan dan pengawalan langsung ke lapangan dan mengimbau PKS untuk membeli TBS petani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemprov Riau juga sejak lama telah mengeluarkan Pergubri No 77 Tahun 2020 yang mengatur tentang penentuan harga TBS. Pergubri ini diharapkan dapat melindungi petani sawit dari permainan harga oleh perusahaan PKS.(sol)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago