Categories: Ekonomi Bisnis

TKDN Hulu Migas Capai 57 Persen

SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Pemerintah berupaya meningkatkan manfaat dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Salah satunya menggenjot tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) operasional mereka. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) pun meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memberdayakan ekonomi lokal.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Nurwahidi mengatakan, industri hulu migas diberi misi penting. Pemerintah menargetkan produksi minyak bumi mencapai 1 juta barel per hari dan gas bumi sebanyak 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030.  "Misi itu bukan hanya untuk menggali sumber daya alam. Namun, juga membawa manfaat kepada ekonomi Indonesia," ujarnya dalam media briefing virtual, akhir pekan lalu.

Menurut Nurwahidi, industri hulu migas harus bisa membawa manfaat baik secara nasional maupun daerah. Hal itu biasanya diukur dari penerapan TKDN di setiap perusahaan hulu migas. Saat ini, TKDN hulu migas mencapai 57 persen. 

Jadi, dari total pengadaan senilai 6,05 miliar dolar AS, maka ada sekitar 3,44 miliar dolar AS yang diserap oleh produsen atau penyedia jasa lokal tahun ini. "Hal itu karena pemerintah sudah menetapkan standar agar nantinya industri hulu migas bisa menghadirkan multiplier effect," ucapnya.

Nurwahidi menjelaskan, proyek di bawah 1 juta dolar AS seharusnya diberikan kepada perusahaan lokal tingkat provinsi. Jika tidak ada penyedia produk atau jasa, barulah KKKS bisa mencari di tingkat nasional kemudian , ingkat internasional. "Biasanya yang jadi masalah, perusahaan tidak tahu apakah ada penyedia lokal yang memang sesuai dengan standar SKK Migas," katanya.

Karena itu, SKK Migas bekerja sama dengan pemda serta asosiasi pengusaha di tiap daerah. Sehingga, mereka bisa memastikan bahwa potensi TKDN bisa benar-benar maksimal.

PT Federal Solusi Indotama (FSI) menjadi salah satu contoh dari pemanfaatan vendor lokal. Saat ini, perusahaan tersebut menyalurkan produk katup, pipa, dan peralatan hidrolik untuk Petronas. "Awal 2012 kami bergabung sebagai mitra Petronas, pendapatan usaha kami mencapai Rp600 juta. Tahun lalu, kami memperoleh pendapatan Rp20 miliar," jelasnya.(bil/dio/jpg)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

Hujan deras di Baloi Batam picu banjir lumpur dan kayu gelondongan dari bukit gundul, jalan…

19 jam ago

Sampah Plastik Kepung Pantai Padang, Minta Penanganan Serius

Tumpukan sampah plastik kepung Pantai Padang di sekitar Masjid Al-Hakim, wisatawan soroti kebersihan kawasan wisata…

19 jam ago

Parkir Sembarangan di Flyover Kelok 9, Pengendara Disanksi Push Up

Satlantas Polres Limapuluh Kota beri sanksi push up bagi pengendara yang parkir sembarangan di Flyover…

22 jam ago

Beli RoaMax Umrah Telkomsel, Bonus Voucher Kuliner Nusantara di Makkah

Telkomsel hadirkan RoaMax Umrah kuota 70 GB hingga 17 hari plus voucher kuliner Nusantara di…

22 jam ago

The Premiere Hotel Hadirkan “Resapi Ramadan”, All You Can Eat Rp198 Ribu

The Premiere Hotel Pekanbaru hadirkan program Resapi Ramadan dengan konsep All You Can Eat dan…

22 jam ago

Ramadan di Rumbai Makin Semarak, 99 Asma’ul Husna dan 25 Nama Nabi Terangi Jalan Sembilang

Ratusan lentera Asma’ul Husna dan nama nabi terangi Jalan Sembilang Rumbai, jadi tradisi Ramadan yang…

24 jam ago