Categories: Ekonomi Bisnis

Mendag Minta PKS Beli TBS Minimal Rp1.600 per Kg

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selain melakukan sejumlah pengawasan dan melancarkan strategi di hilir, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menyoroti sisi hulu dari rantai pasok minyak goreng. Kemendag ingin memastikan program pemerintah untuk menstabilisasi minyak goreng juga harus bermanfaat bagi petani sawit.

Dalam sesi dialog bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan , para petani sawit mengutarakan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. "Para petani sawit mengharapkan solusi pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ahad (10/7).

Apalagi, lanjut Abdul, ekspor minyak sawit sudah bisa berjalan. Salah satunya yang diharapkan adalah surat dari Menteri Pertanian yang meminta kepala daerah mengawasi harga TBS di pabrik supaya petani tidak dirugikan.

Menanggapi hal tersebut, Zulhas, panggilan akrab Mendag menegaskan bahwa pemerintah meminta pelaku usaha atau pabrik kelapa sawit (PKS) membeli tandan buah segar paling sedikit seharga Rp1.600 per kilogram (kg).

Dia mengakui bahwa saat ini pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit membeli TBS masih di bawah harga minimum yang direkomendasikan pemerintah. "Untuk itu, kami memastikan akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha untuk membeli TBS di harga Rp1.600 per kilogram atau lebih," tuturnya

Mendag juga mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong percepatan ekspor CPO. Harapannya, tangki CPO segera kosong dan TBS petani kembali diserap. "Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen,"ujarnya.(agf/dio/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

1 hari ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

1 hari ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

2 hari ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

2 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

2 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

3 hari ago