JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ekonom senior Faisal Basri memandang, pemberian bantuan subsidi gaji pegawai swasta Rp600 ribu per bulan selama empat bulan tak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, orang cenderung untuk menyimpan dibandingkan membelanjakan.
Menurutnya, sepanjang pemerintah tidak fokus mengangani masalah kesehatan akibat virus corona, selama itu pula penanganan ekonomi tidak akan berjalan efektif. “Sepanjang pandemi tidak bisa dijinakkan maka kalau masyarakat dikasih uang seperti sekarang, misalnya pekerja yang dapat Rp600 ribu cenderung ditabung. Kalau Covid-nya masih liar maka mereka akan nahan (belanja),” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (5/9).
Dengan demikian, Faisal berharap pemerintah menjadikan persoalan kesehatan sebagai prioritas utama sebelum pembenahan ekonomi. “Kalau istilahnya kita ini punya akar masalah, tapi yang kita selesaikan bukan akar masalah,” ungkap Faisal.
“Ini ibaratnya Kemenkeu, BI, OJK, LPS, Kemenlu itu sudah bekerja maksimal namun mereka sebagai pemadam kebakaran, akar masalahnya tidak diselesaikan,” jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah mulai mencairkan bantuan subsidi upah Rp600 ribu per bulan tahap pertama kepada 15,7 juta penerima secara bertahap. Sudah ada 2,5 juta peserta menerima bantuan ini. Program perlindungan sosial ini dianggarkan sekitar Rp 37,7 triliun.
Faisal juga menuturkan, penanganan Covid-19 berkolerasi dengan tingkat kepercayaan investor terhadap ekonomi suatu negara. Jika negara mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik, maka pasar modalnya masih tetap baik. Begitu juga sebaliknya.(jpg)
Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…
Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…
Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…