Categories: Ekonomi Bisnis

Bangkok Bank Siap Ambil Bank Permata

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemegang saham Bangkok Bank Pcl akhirnya merestui perusahaan mengakuisisi 89,12 persen saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) milik Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (ASII). Persetujuan tersebut diperoleh setelah Bangkok Bank menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Thailand, Kamis (5/3).

Hasil RUPSLB menunjukkan sebanyak 85,46 persen pemegang saham Bangkok Bank menyetujui akuisisi saham Permata, 14,34 persen tidak setuju, dan 0,2 persen abstain. Sehingga, Bangkok Bank kini siap mengambil langkah untuk mengakuisisi keseluruhan saham bank Permata.

Setelah memperoleh restu pemegang saham, Bangkok Bank akan meminta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank of Thailand (BOT) dan menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer).

Director and Executive Vice President Bangkok Bank, Thaweelap Rittapirom menjelaskan Bangkok Bank akan mengintegrasikan kantor cabang di Indonesia dengan Permata setelah proses akuisisi selesai. Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan selesai akhir April 2020.

"Ini sejalan dengan Rencana Akuisisi yang sudah dipublikasikan di media pada Maret 2020," kata Thaweelap dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Thailand, Jumat (6/3).

Berdasarkan Dokumen Rencana Akuisisi tersebut, Bangkok Bank juga memastikan bahwa perusahaan tidak berencana mengakuisisi bank lain di luar Permata. Adapun integrasi kantor cabang Bangkok Bank di Indonesia ke Permata akan dilakukan setelah proses penawaran tender wajib selesai.

Di Indonesia, Bangkok Bank mengoperasikan tiga kantor cabang masing-masing di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sebelumnya, President Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich dalam konferensi pers di Jakarta akhir Desember 2019 lalu menyatakan transaksi ini diharapkan dapat menciptakan profitabilitas bagi perusahaan dan meningkatkan nilai para pemegang saham dalam jangka panjang.

Menurutnya, akuisisi Permata sejalan dengan strategi perusahaan agar menjadi bank regional terkemuka. Dia menyebut budaya yang saat ini dimiliki Bank Permata cocok dengan budaya kerja Bangkok Bank.

Chartsiri juga menyebut kekuatan manajemen dan tim Bank Permata menjadi nilai tambah bagi mereka melakukan akuisisi. Jaringan Bank Permata yang luas serta kapasitas layanan digital dapat bermanfaat mewujudkan peluang Bank Bangkok memperbesar pembiayaan di segmen korporasi dan UKM.

Sebagai informasi, Bangkok Bank didirikan pada 1944 dan merupakan perbankan terbesar di Thailand berdasarkan deposito dan ekuitas. Bangkok Bank memiliki lebih dari 17 juta rekening pelanggan dan hampir 1.200 cabang di seluruh negeri dan total aset USD 105 miliar per 30 September 2019. Di level internasional, Bangkok Bank memiliki jaringan cabang luar negeri terbesar dibandingkan bank-bank lain di Thailand, dengan 31 lokasi di luar negeri di 14 negara, termasuk Indonesia.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 jam ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 jam ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

3 jam ago

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

11 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

11 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

12 jam ago