dr Yolanda Astrida (tiga kanan) mewakili manajemen RS Awal Bros menerima penghargaan Anugerah Perusahaan Layak Anak (PLA) Utama untuk RS Awal Bros Pekanbaru yang diserahkan Ketua Umum APSAI Pusat Wida Septarina, disaksikan Menteri PPPA RI Arifah Fauzi di Jakarta. RS Awal Bros untuk Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru resmi meraih predikat Perusahaan Layak Anak (PLA) kategori Utama dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Penghargaan tersebut diberikan pada Anugerah PLA 2025 yang berlangsung di United Tractors Grand Ballroom, Jakarta, dan disaksikan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi.
Penghargaan diserahkan Ketua Umum APSAI Pusat Wida Septarina kepada Direktur RS Awal Bros Pekanbaru dr Jimmy Kurniawan MKK SpOK, yang pada kesempatan itu diwakili Koordinator Marketing RS Awal Bros Pekanbaru dr Yolanda Astrida. Dengan capaian ini, RS Awal Bros Pekanbaru menjadi rumah sakit pertama di Provinsi Riau yang dinyatakan memenuhi standar Perusahaan Layak Anak.
Direktur RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru dr Jimmy Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh tim serta pihak yang terlibat dalam proses penilaian PLA.
“Kami bersyukur atas capaian ini. Terima kasih kepada seluruh tim RS Awal Bros Pekanbaru, APSAI Pekanbaru, dan semua pihak yang mendampingi sejak asesmen awal hingga penilaian di tingkat pusat,” ujarnya.
Jimmy menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pendorong bagi jaringan RS Awal Bros untuk meraih status serupa.
“Komitmen kami jelas, seluruh RS Awal Bros diarahkan untuk menjadi Perusahaan Layak Anak. Semoga semakin banyak perusahaan di Pekanbaru dan Riau ikut berkomitmen sehingga Pekanbaru menjadi Kota Layak Anak dan Riau menjadi Provinsi Layak Anak, menuju Indonesia Layak Anak 2030,” tambahnya.
Ketua Umum APSAI Pusat Wida Septarina menegaskan bahwa predikat PLA merupakan bukti nyata perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang aman, ramah, dan mendukung pemenuhan hak anak.
“Anugerah PLA bukan sekadar seremoni. Ini merupakan hasil asesmen panjang dan ketat. Perusahaan penerima PLA telah memenuhi standar perlindungan anak dan menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Ia mengajak lebih banyak perusahaan untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak dan mengikuti jejak serupa.
Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi memberikan apresiasi kepada APSAI dan seluruh perusahaan penerima PLA. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan target pemerintah mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 sekaligus mendukung pembentukan generasi emas Indonesia 2045.
Menteri menegaskan bahwa perusahaan yang telah memenuhi standar PLA memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi karyawan dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.(azr)
Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…
Kebakaran menghanguskan 290 bilik santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar. Pemkab bergerak cepat mendirikan tenda dan…
Ratusan mahasiswa dan petani kelapa menggelar aksi di Kantor Bupati Inhil. Mereka mendesak pemerintah memperjuangkan…
Penerima bansos di Siak menurun pada triwulan III. Dinsos menyebut pindah, pinjol hingga judol sebagai…
Video pasien koma viral di media sosial. Keluarga menyoroti lamanya proses rujukan, sementara RSUD Bagansiapiapi…
Sebanyak 14 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Seri…