Categories: Ekonomi Bisnis

Di Palembang, Jari Warga Wajib Dicelup Tinta ketika Beli Minyak Goreng

PALEMBANG (RIAUPOS.CO) – Beli minyak goreng tetapi jari harus dicelup tinta, pasti belum pernah terjadi di daerah lain. Salah satu syarat seperti saat mencoblos dalam pemilu itu akan dilakukan di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) dan Bandarlampung.

Dinas Perdagangan Sumsel menyiapkan kegiatan operasi pasar sebanyak 22 ribu liter minyak goreng untuk masyarakat Palembang pada Sabtu (5/3/2022) hari ini. Namun, jari warga yang membeli wajib dicelup tinta agar pembelian lebih dari sekali dapat diketahui petugas.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali, mengatakan, warga yang ikut mengantre dibatasi maksimal hanya boleh membeli dua liter dan hanya boleh mengikuti antrean satu kali.

Dilansir Antara, Jumat (4/3), ia menerangkan kegiatan operasi pasar minyak goreng murah dengan harga Rp13.500/liter itu disiapkan di Pasar Alang-Alang Lebar (AAL) Km 12 Palembang.

Ahmad menyebut aturan tersebut diharapkan bisa membuat operasi pasar berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta masalah kelangkaan dan kenaikan harga bisa teratasi.

Ahmad memastikan operasi pasar penjualan minyak goreng tersebut dijalankan sesuai protokol kesehatan Covid-19 dan dibantu oleh petugas Satpol PP dan kepolisian/TNI setempat.

Tak hanya di Sumsel saja, Fitrinof, gerai ritel modern di Bandarlampung juga sebelumnya menawarkan harga minyak goreng sesuai HET menerapkan sistem bak pemilu tersebut.

Setiap pembeli diwajibkan mencelupkan jari mereka dalam tinta untuk menandakan konsumen tersebut telah membeli maksimal 2 liter. Tujuannya agar harga minyak goreng murah diperoleh sebanyak-banyaknya warga sesuai ketersedian.

Penjualan pada pertengahan Februari tersebut ludes dibeli warga yang datang mengantre. Namun, ada sebagian warga lain mengaku tidak kebagian.

Sumiyati, warga Gunung Sulah, Bandarlampung, mengatakan selama sembilan hari kesulitan mendapatkan minyak goreng. Bahkan, di sekitar tempat tinggalnya di daerah Labuhan Ratu, Kedaton, juga tidak menemukan minyak goreng di warung-warung.

"Dapat info dari tetangga, katanya salah satu minimarket di Kedaton ada operasi pasar minyak goreng. Saya langsung ke minimarket ini, dan alhamdulillah meski sudah antre lama, akhirnya saya dapat 2 liter minyak goreng seharga Rp28 ribu dan bisa goreng makanan. Sebelumnya, saya pakai mentega kalau goreng makanan," ujarnya pada Jumat (18/2).

Sumber: JPNN/CNN/News/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

5 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

5 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

1 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

1 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

1 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago