Categories: Ekonomi Bisnis

Kata KPPU, Ini yang Jadi Biang Langkanya Minyak Goreng

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan terdapat beberapa faktor yang membuat minyak goreng langka saat ini. Mulai dari panic buying, penjualan bersyarat, dan masalah distribusi.

"Banyak yang terjadi di lapangan, ada panic buying, ada penjualan bersyarat, ada dugaan hambatan akses, masalah distribusi, dan lain-lain," ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur di Jakarta, Jumat (4/3/2022) seperti dilansir CNN.

Meski begitu, Deswin mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai temuan awal tersebut. Ia belum bisa bicara banyak mengenai penyebab pasti yang membuat minyak goreng langka.

"Semua masih didalami, sedang kami selidiki sejak Januari 2022. Saat ini berbagai temuan masih kami olah," ujar Deswin.

 Deswin juga belum dapat memastikan kapan hasil penyelidikan bisa diungkap ke publik. Saat ini, KPPU masih terus memanggil distributor minyak goreng. KPPU juga telah memanggil beberapa produsen minyak goreng terkait dugaan kartel atau penetapan harga serempak.

Semua ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan kartel minyak goreng. Jika sudah mendapatkan satu bukti, maka prosesnya akan langsung naik ke tahap penyelidikan dan pihak terlapor dapat diungkapkan ke publik.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) I Gusti Ketut Astawa mengaku heran minyak goreng masih langka di pasaran. Menurut dia, stok minyak goreng seharusnya sudah tersedia banyak dalam dua pekan terakhir.

"Sebenarnya, secara komitmen, pemenuhan ini harusnya banjir terpenuhi dalam jangka waktu sebulan," ujar Ketut.

Kemendag, sambungnya, sudah meminta produsen menggelontorkan 351 juta liter sebagai bentuk kewajiban pemenuhan dalam negeri (domestic market obligation/ DMO) selama 14 hari terakhir. Angka itu seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan per bulan yang berkisar 279 juta sampai 300 juta liter.

"Pak Menteri (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, red) sudah memberitakan produsen agar segera penuhi DMO dengan menormalkan distribusi kepada distributor," jela Ketut.

Tidak hanya itu, Kemendag bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi juga sedang melakukan evaluasi terhadap distribusi minyak goreng agar tidak terjadi penimbunan atau bentuk kecurangan lain.

Namun, ia juga menilai pola pikir masyarakat yang melakukan panic buying juga perlu diubah agar persediaan tidak diborong habis.

"Karena beredar informasi bahwa ada kekurangan ketersediaan minyak, akhirnya masyarakat berbondong-berbondong beli. Kadang-kadang di dalam salah satu ritel modern begitu dibuka langsung habis," tutup Ketut.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago