Categories: Ekonomi Bisnis

Transaksi E-Commerce Kian Melejit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sirclo merilis laporan mengenai tren pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dari berbagai sumber dan hasil studi internalnya. Dalam laporan itu menyebut bahwa rata-rata satu orang konsumen Indonesia dapat berbelanja di marketplace sebanyak 3-5 kali dalam satu bulan. Konsumen juga menghabiskan hingga 15 persen dari pendapatan bulanan mereka.

Menariknya, data Sirclo juga mengungkapkan bahwa konsumen online di Jakarta rata-rata berbelanja 2 kali lipat lebih banyak daripada kota-kota lain. Sementara terkait dengan metode pembayaran, hingga saat ini yang paling populer dalam berbelanja online adalah melalui bank transfer (48%) dan kartu debit/kredit (21%).

"Sirclo juga menemukan bahwa 20 persen menggunakan metode e-wallet untuk melakukan pembayaran. Hal ini menunjukkan pesatnya adopsi metode tersebut di Indonesia sejak awal kemunculannya pada 2017," ungkap Founder dan Chief Executive Officer Sirclo Brian Marshal dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12).

Kemudian dari data yang terkumpul dalam laporan Sirclo, penjualan ritel e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD 15 miliar (Rp 210 triliun) pada 2018 dan akan meningkat lebih dari empat kali lipat pada 2022, yakni menyentuh angka USD 65 miliar (Rp 910 triliun). 
"Berdasarkan beberapa sumber laporan, hal ini membuat ritel online yang tadinya hanya menyumbang 8 persen penjualan total pada tahun 2018, diprediksi akan menembus 24 persen di tahun 2022," tambah Brian.

Industri e-commerce Indonesia juga berkontribusi lebih dari setengah nilai ekonomi digital pada 2019 dan diprediksi akan mendominasi sektor digital hingga 60 persen pada 2025. Nilai kapitalisasi pasar e-commerce pada 2019 mencapai USD 21 miliar (Rp 294 triliun), mengalahkan sektor ekonomi digital lain, seperti pariwisata online (USD 10 miliar atau Rp 140 triliun) dan industri ride-hailing atau jasa transportasi online (USD 6 miliar atau Rp 84 triliun). "Nilai ini pun diprediksi akan meningkat hingga USD 82 miliar (Rp 1.148 triliun) pada tahun 2025," katanya.

Laporan ini, lanjut Brian, bertujuan memberikan ‘amunisi’ informasi kepada semua stakeholder dalam berkolaborasi mendorong pertumbuhan dan inovasi e-commerce Indonesia. "Sekarang, pertumbuhan industri e-commerce dalam negeri sedang dalam masa pesatnya. Kami melihat masih banyak pemain lokal yang sangat berpotensi. Bila kita bisa dukung dengan teknologi dan kolaborasi informasi seperti ini, mereka bisa memaksimalkan pertumbuhan bisnis mereka," jelasnya.

Laporan dari SIRCLO juga menggarisbawahi beberapa tantangan dalam sektor e-commerce di tanah air. Tantangan-tantangan tersebut di antaranya adalah industri e-commerce yang kompetitif dan rawan ‘membakar uang’ demi menggaet konsumen. Kemudian masih banyaknya populasi yang belum memiliki rekening bank formal dan saat ini mulai terfasilitasi dengan adanya e-wallet. Selanjutnya layanan logistik yang mahal dan kurang kompeten, serta kurangnya SDM yang relevan, terutama dari di bidang sains, teknik, dan matematika; yang sangat diperlukan dalam pengembangan perusahaan teknologi.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

23 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

24 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

24 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

24 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago