Suasana pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Bandara yang sebelumnya di bawah naungan PT Angkasa Pura I (Persero) sekarang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (API) atau InJourney Airports. (Hanung Hambara/JPG OPERATOR )
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Proses integrasi dua pengelola bandara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah rampung. Kementerian BUMN mengumumkan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney secara resmi menggabungkan PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (API) atau InJourney Airports.
‘’Alhamdulillah proses yang panjang telah menemui akhirnya, upaya kita untuk memperkuat pengelolaan bandara berhasil terwujud,’’ ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Jumat (30/12) lalu.
Erick menyampaikan, kehadiran InJourney Airports dan PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) sebagai subholding InJourney Group merupakan terobosan besar dalam sektor industri aviasi dan kebandarudaraan. Hal itu bentuk adaptif BUMN dalam menghadapi perubahan zaman. ‘’Dengan transformasi ini, kita berharap pengelolaan bandara bisa lebih terintegrasi dan efisien,’’ ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Dony Oskaria menuturkan bahwa pembentukan merger tersebut akan menjadikan bandara-bandara di dalam pengelolaan API Group menjadi lebih sehat dan profitable.
InJourney Airports akan menangani total 172 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan ke-5 perusahaan operator bandara terbesar di dunia, mengalahkan Vinci Airports (Prancis) dan GMR Group (India). Dalam beberapa tahun ke depan, API ditargetkan akan menjadi perusahaan pengelola bandara terbesar ke-3 di dunia.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, upaya pemerintah menggabungkan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II dilakukan agar pengaturan jaringan udara bisa berjalan optimal. Tiko menjelaskan, saat ini ada dua superhub yaitu Jakarta dan Bali juga beberapa hub lainnya seperti Surabaya, Makassar, dan Medan, yang selama ini rutenya tidak diatur secara komprehensif secara nasional. ‘’Kita berharap dengan ada integrasi, maka integrasi hub and spoke akan efektif,’’ tegas Tiko.
Tambahan informasi, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II merupakan dua BUMN dengan bisnis pengelolaan bandara. AP I mengelola 15 bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, sedangkan AP II mengelola 20 bandara yang mayoritas di wilayah barat Indonesia.(agf/dio/jpg)
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…