Categories: Ekonomi Bisnis

Restrukturisasi Kredit Covid-19 Berakhir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengakhiri stimulus restrukturisasi kredit perbankan dampak pandemi Covid-19, Ahad (31/3). Sebab, kondisi perekonomian Indonesia, termasuk sektor riil, mulai pulih. Apalagi didukung tingkat permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta manajemen risiko perbankan yang baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menilai kondisi perbankan tanah air saat ini memiliki daya tahan yang kuat (resilient) dalam menghadapi dinamika perekonomian. ‘’Aktivitas ekonomi masyarakat juga terus meningkat setelah pemerintah menyatakan status pandemi berakhir melalui Keppres 17/2023 yang terbit Juni 2023,’’ kata Mahendra, Ahad (31/3).

Sebelumnya, OJK sempat memperpanjang kebijakan stimulus melalui POJK No 17/POJK.03/2021. Segmen UMKM, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki, serta Provinsi Bali menjadi target perpanjangan kebijakan stimulus lanjutan.

Penerapan kebijakan yang targeted itu diimbangi dengan aspek manajemen risiko yang lebih ketat. Dengan arah normalisasi kebijakan sejalan dengan yang dilakukan negara-negara lain alias common practices. ‘’Sehingga dapat mempersiapkan industri perbankan untuk kembali pada kondisi normal secara terkendali atau soft-landing ketika stimulus berakhir,’’ terang mantan wakil menteri luar negeri tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, seluruh aspek sudah dipertimbangkan secara mendalam dalam menghadapi berakhirnya kebijakan stimulus pandemi Covid-19. Yaitu, melihat kesiapan industri perbankan, kondisi ekonomi secara makro dan sektoral, serta menjaga kepatuhan terhadap standar internasional.

‘’Berdasar evaluasi dan laporan uji ketahanan perbankan menjelang berakhirnya stimulus, potensi kenaikan risiko kredit (NPL) dan ketahanan perbankan diproyeksikan masih terjaga dengan sangat baik,” ungkapnya.

Outstanding kredit restrukturisasi Covid-19 perbankan juga terus mengalami penurunan. Pada Januari lalu, outstanding telah menurun signifikan menjadi Rp251,2 triliun yang diberikan kepada 977 ribu debitur. Di sisi lain, tingkat pencadangan (CKPN) yang dibentuk bank terus meningkat, bahkan melebihi periode sebelum pandemi.

”Kondisi ini merupakan cerminan kesiapan perbankan yang dinilai telah kembali pada kondisi normal secara terkendali (soft-landing) mengakhiri periode stimulus,” ujar Dian.

Untuk memastikan kelancaran normalisasi kebijakan, lanjut dia, bank tetap dapat melanjutkan restrukturisasi kredit Covid-19 yang sudah berjalan. Permintaan restrukturisasi kredit baru dapat dilakukan dengan mengacu pada kebijakan normal yang berlaku, yaitu POJK No 40/2019 tentang Kualitas Aset.

Direktur Utama BRI Sunarso menyebutkan, outstanding kredit restrukturisasi di BRI sebesar Rp54,5 triliun. Menyusut dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 107,2 triliun. Bank BUMN itu juga memastikan telah menyiapkan pencadangan yang cukup dan memadai. ‘’Sekarang NPL coverage BRI per Desember 2023 itu 215,27 persen. Lebih dari dua kali dari NPL sudah kami cadangkan. Saya kira itu lebih dari cukup,” ungkapnya.(han/dio/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

22 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

23 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

23 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

23 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago