Manajemen Klinik L’Viors Pekanbaru foto bersama para tim surveyor dari Lapklin dalam proses akreditasi Klinik Pratama di bidang kecantikan di Riau, Kamis (29/2/2024). (prapti Dwi Lestari/riau pos )
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Klinik Kecantikan L’Viors berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada setiap customer-nya. Untuk itu, Klinik Kecantikan L’Viors menjalani survei akreditasi dari Lembaga Akreditasi Puskesmas Klinik dan Laboratorium Indonesia (Lapklin), Kamis (29/2).
Klinik kecantikan yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu menjadi satu-satunya klinik estetik di Riau yang menjalani survei akreditasi. ‘’Proses penilaian secara langsung dilakukan surveyor Lapklin dr Dadan Ropian dan dr Finna Martias dengan mengunjungi klinik kecantikan kami,’’ kata Direktur Klinik L’Viors Pekanbaru Dr Santy SH MH.
‘’Ini komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik di dunia kecantikan yang membuat L’Viors memberanikan diri untuk mengikuti proses survei akreditasi Klinik Pratama di Riau,’’ lanjutnya.
Sebagai klinik kecantikan, kata Santy pihaknya harus benar-benar memastikan pelayanan kesehatan terbaik bagi para pasien. Dengan begitu, dapat mempertanggungjawabkan segala bentuk treatment yang diberikan kepada para pasien di dunia kecantikan.
‘’Ini salah satu prestasi yang luar biasa. Kami berharap pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal,’’ ungkapnya.
Sementara itu, salah satu tim survey dari Lembaga Akreditasi Puskesmas Klinik dan Laboratorium Indonesia (LAPKLIN) dr Dadan mengatakan, L’Viors merupakan klinik kecantikan pertama di Riau yang melaksanakan akreditasi.
Dalam proses akreditasi tingkat paripurna ini pihaknya melakukan pengawasan selama dua hari. Di mana dihari pertama secara daring dan kedua luring.
‘’Seluruh klinik Pratama harus diakreditasi, mau klinik umum BPJS ataupun klinik kecantikan,’’ kata Dadan.
Dengan akreditasi ini, lanjutnya, kualitas layanan bisa terjamin. Masyarakat tentunya dilayani dengan institusi atau klinik yang sudah terakreditasi paripurna. Dari hasil survei akan dilaporkan dan hasilnya bisa dilihat diaplikasi paling lama sebulan setelah peninjauan langsung ke klinik.
‘’Penilaian dari surveyor Lapklin antara lain, kelengkapan dokumen, berbagai simulasi yang ada dalam standar akreditasi. Apakah penanganan kebakaran atau simulasi cuci tangan. Kemudian sarana dan prasarana lainnya,’’ jelasnya.
Sementara itu, dr Finna memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Klinik L’Viors yang telah mempersiapkan sebaik mungkin dan berharap langkah yang sama diikuti klinik kecantikan lainnya.
‘’Klinik L Viors diharapkan menjadi role model atau studi banding bagi klinik kecantikan lainnya yang ingin mendapatkan akreditasi,’’ tegasnya.(ayi)
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.