ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rini adalah seorang guru mengajar membaca Al-Qur’an atau tahsin. Ia punya kewajiban mengajar di salah satu masjid di Kecamatan Payung Sekaki setiap hari Rabu pagi.
Suatu hari, Rini sudah sampai di masjid tempat ia biasa mengajar. Namun masjid terlihat sepi pagi itu.
Lalu, seorang ibu yang tinggal tidak jauh dari masjid dan putrinya yang mahasiswa adalah murid Rini datang menghampiri.
”Mau mengajar ya, Ustazah?” tanyanya.
”Iya, Bu,” jawab Rini.
”Kok anak saya nggak bilang ada tahsin pagi ini, ya?” kata si ibu lagi.
”Apa ini kelompok baru, Zah?” tanya si ibu lagi penasaran.
”Nggak ibu. Ini kelompok tahsin hari Rabu. Seperti biasa,” jawab Rini dengan tenang.
Lalu si ibu itu pun tersenyum. ”Maaf, Zah. Tapi hari ini kan masih hari Selasa, bukan Rabu,” ujarnya.
Mendengar itu, Rini pun terkejut.
”Astaghfirullah…. Saya yang salah ternyata. Makanya saya heran kok belum ada anak-anak di masjid,” katanya sambil tersenyum malu.(yls)
Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…
Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…
Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…
Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…
Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…
Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…