ILUSTRASI : RAHMAD/ADRI
RIAUPOS.CO – ADI adalah seorang sopir truk balak yang biasa melintas di Jalan Koridor Langgam, Kecamatan Pangkalankerinci.
Saat dalam perjalanan, pria asal.Jawa Timur yang tinggal di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci ini dijegat oleh sejumlah anak-anak.
Karena penasaran dengan keinginan bocah-bocah cilik itu, Adi pun menghentikan laju truk yang dikemudikannya.
”Om, minta koyok, Om,” kata anak-anak yang masih usaia sekolah dasar itu.
Adi pun heran mendengar permintaan anak-anak itu.
”Lho, masih kecil kok pakai koyok? Sakit apa emangnya. Om nggak ada bawa koyok,” kata Adi.
Anak-anak itu pun terlihat bingung mendengar jawaban Adi.
”Nggak ada yang sakit kami, Om”.
”Terus kenapa minta koyok?” balas Adi.
Melihat ekspresi Adi yang bingung ketika dimintai koyok, salah seorang anak tersebut akhirnya menjelaskan koyok yang dimaksud.
Anak-anak itu menunjuk sebuah kendaraan yang berstiker.
”Kami bukan minta koyok untuk pereda sakit, Om. Tapi, koyok bergambar untuk kami tempel di buku dan mainan kami,” kata mereka.
Melihat itu, Adi pun langsung tertawa. ”Alamaaaak…!!! Stiker ternyata,” kata Adi dalam hati.
”Itu bukan koyok namanya, Nak. Tapi stiker. Om nggak punya stiker,” ujarnya lagi.
Adi pun akhirnya memberikan uang ke anak -anak itu untuk membeli stiker.(amn)
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…