ILUSTRASI : RAHMAD/ADRI
RIAUPOS.CO – ADI adalah seorang sopir truk balak yang biasa melintas di Jalan Koridor Langgam, Kecamatan Pangkalankerinci.
Saat dalam perjalanan, pria asal.Jawa Timur yang tinggal di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci ini dijegat oleh sejumlah anak-anak.
Karena penasaran dengan keinginan bocah-bocah cilik itu, Adi pun menghentikan laju truk yang dikemudikannya.
”Om, minta koyok, Om,” kata anak-anak yang masih usaia sekolah dasar itu.
Adi pun heran mendengar permintaan anak-anak itu.
”Lho, masih kecil kok pakai koyok? Sakit apa emangnya. Om nggak ada bawa koyok,” kata Adi.
Anak-anak itu pun terlihat bingung mendengar jawaban Adi.
”Nggak ada yang sakit kami, Om”.
”Terus kenapa minta koyok?” balas Adi.
Melihat ekspresi Adi yang bingung ketika dimintai koyok, salah seorang anak tersebut akhirnya menjelaskan koyok yang dimaksud.
Anak-anak itu menunjuk sebuah kendaraan yang berstiker.
”Kami bukan minta koyok untuk pereda sakit, Om. Tapi, koyok bergambar untuk kami tempel di buku dan mainan kami,” kata mereka.
Melihat itu, Adi pun langsung tertawa. ”Alamaaaak…!!! Stiker ternyata,” kata Adi dalam hati.
”Itu bukan koyok namanya, Nak. Tapi stiker. Om nggak punya stiker,” ujarnya lagi.
Adi pun akhirnya memberikan uang ke anak -anak itu untuk membeli stiker.(amn)
Pemkab Kuansing melarang truk angkutan berat melintas Telukkuantan 17-24 Agustus selama Pacu Jalur 2026 demi…
Sebanyak 15 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Bangkinang…
PT Asialand dinyatakan pailit. Kurator mulai mendata aset, sementara nasib pemilik The Peak dan kreditur…
Kasus kelebihan bayar seragam SMAN di Riau memasuki pemeriksaan disiplin. PNS yang terbukti melanggar terancam…
Monyet yang ditangkap usai menyerang warga Tembilahan negatif tiga penyakit zoonosis, tetapi masih menjalani observasi…
Rezita Meylani menggugat cerai Yopi Arianto di PA Rengat. Proses mediasi berlangsung, namun belum menghasilkan…