PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tradisi gotong royong atau saling membantu sesama warga terkena musibah meninggal dunia, masih lestari di Kepulauan Meranti.
Tua hingga muda turun tangan turun memberikan bantuan dalam meringankan beban setiap keluarga terkait.
Seperti yang dilakukan pemuda Selat panjang Barat, Kecamatan Tebing tinggi, Kepulauan Meranti.
Pemuda setempat selalu hadir untuk mempersiapkan diri sebagai penggali lubang kubur.
”Setiap ada yang meninggal kami pemuda setemapat tak pernah tak kebagian tugas menggali kubur. Aktif sebagai penggali sampai sekarang,” ceritakan Rahmad Santoso.
Namun dari aktivitas tersebut tak jarang mengundang pengalaman kocak. Salah satu kejadian, ketika rekannya salah cangkul.
”Ketika kami menggali, malah sudah hampir siap lubangnya. Tapi ada teman yang salah cangkul. Tercangkul peti kubur sebelah yang dipenuhi air,” katanya.
”Alamak..!!! Kami lari meninggalkan lokasi. Tapi setelah itu kembali lagi karena terpaksa menyelesaikan penggalian,” ujarnya.(wir)
Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…
Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…
DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…
Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…