PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tradisi gotong royong atau saling membantu sesama warga terkena musibah meninggal dunia, masih lestari di Kepulauan Meranti.
Tua hingga muda turun tangan turun memberikan bantuan dalam meringankan beban setiap keluarga terkait.
Seperti yang dilakukan pemuda Selat panjang Barat, Kecamatan Tebing tinggi, Kepulauan Meranti.
Pemuda setempat selalu hadir untuk mempersiapkan diri sebagai penggali lubang kubur.
”Setiap ada yang meninggal kami pemuda setemapat tak pernah tak kebagian tugas menggali kubur. Aktif sebagai penggali sampai sekarang,” ceritakan Rahmad Santoso.
Namun dari aktivitas tersebut tak jarang mengundang pengalaman kocak. Salah satu kejadian, ketika rekannya salah cangkul.
”Ketika kami menggali, malah sudah hampir siap lubangnya. Tapi ada teman yang salah cangkul. Tercangkul peti kubur sebelah yang dipenuhi air,” katanya.
”Alamak..!!! Kami lari meninggalkan lokasi. Tapi setelah itu kembali lagi karena terpaksa menyelesaikan penggalian,” ujarnya.(wir)
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…
Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…
Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…
Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…
PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…