ILUSTRASI : RAHMAD/ADRI
RIAUPOS.CO – Bulan puasa bagi umat Muslim digunakan untuk meningkatkan ibadah kepada Sang Khalik. Namun lain halnya dengan oknum pasangan muda-mudi yang bukan muhrim yang ada di Kota Terubuk, Bengkalis.
Ada 11 pasangan muda mudi yang berhasil
terjaring tim gabungan Polres Bengkalis dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) di tempat penginapan dan hiburan yang digelar Senin (1/4) dini hari.
Alhasil, karena bukan pasangan suami istri, maka para pelakunya hanya diberikan peringatan keras dan surat pernyataan oleh petugas, agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Alamak…bulan puase bukan menjauhi maksiat malah membuat laknat…Celakelah macam ni,” ucap Andi, salah seorang warga yang malam itu ikut menyaksikan penggerebekan pasangan mesum di salah satu hotel melati. Ia berharap pihak kepolisian selalu untuk menggelar razia, agar Kota Pendidikan ini bebas dari perbuatan maksiat.
“Kalau tak kami ikut kene laknat…. jangan sampai Ramadan dicoreng oleh kenikmatan dunia sesaat… nauzubillah,” celetuk Andi.(ksm)
Pemko Pekanbaru mencairkan gaji, THR, TPP dan TPP ke-14 ASN sekaligus pada Maret untuk membantu…
Warga keluhkan kondisi jalan Parit Guntong–Pulau Kijang di Inhil yang rusak dan berlumpur. Mereka berharap…
Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan guru di Dumai meninggal dunia saat dirawat di RSUD setelah…
Daikin menyalurkan 1.000 paket sembako melalui program Roda-Roda Ramadan kepada masyarakat dan lansia sebagai bagian…
Program buka puasa Arabian Delight di Aryaduta Pekanbaru diminati masyarakat. Tamu berkesempatan meraih hadiah umrah…
Direksi Pertamina Drilling meninjau Rig PDSI#54.2 di wilayah kerja PHR Rokan untuk memastikan operasional berjalan…