Categories: Sumatera

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

BATAM (RIAUPOS.CO) – Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Baloi, tepatnya di ruas bawah Bukit Vista, Kamis (19/2), berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jalan. Dari lereng bukit yang gundul, air turun deras membawa lumpur, batu, hingga kayu gelondongan yang meluncur ke badan jalan.

Arus air berwarna cokelat pekat mengalir seperti sungai dadakan, menghantam aspal dan bahu jalan. Material kayu berukuran sedang hingga besar terlihat berputar di tengah arus sebelum akhirnya tersangkut, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti total.

Beberapa pengendara roda dua memilih menepi sambil menunggu air surut. Sebagian lainnya tetap menerobos dengan kecepatan rendah. “Ngeri sekali. Airnya kencang, bawa kayu besar. Kalau kena motor bisa jatuh,” ujar Asrul (29), yang melintas saat hujan masih turun deras.

Pengendara lain, Nando (39), menyebut kejadian serupa bukan yang pertama. Ia yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut mengatakan, setiap hujan lebat arus dari atas bukit selalu membawa material ke jalan. “Dulu tidak separah ini. Sekarang tiap hujan deras pasti turun lumpur dan kayu. Jalan jadi seperti jalur longsoran,” katanya.

Pasca hujan, kerusakan jalan terlihat jelas. Aspal di sejumlah titik terkelupas, permukaan bergelombang, dan bahu jalan terkikis. Lumpur tebal masih menutupi sebagian badan jalan, sementara kayu dan ranting berserakan.

Saluran drainase di sisi jalan pun tampak tersumbat oleh endapan tanah dan material organik. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air kembali meluap saat hujan berikutnya. Warga dan pengendara khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.

Permasalahan ini bermula sejak area perbukitan di atasnya mengalami penggundulan. Tanah yang sebelumnya tertahan vegetasi kini mudah tergerus air, sehingga setiap hujan deras berubah menjadi aliran lumpur yang langsung mengarah ke jalan utama.

Beberapa bulan lalu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam inspeksi mendadak menyatakan lahan tersebut seharusnya dipulihkan dan tidak dialokasikan untuk pembangunan.

Rekomendasi ahli menyebut kawasan itu berfungsi sebagai daerah resapan dan penahan erosi, sehingga perubahan fungsi lahan berisiko memicu bencana hidrologis. Namun di lapangan, aktivitas di area perbukitan yang berkaitan dengan pihak Hotel Vista disebut masih berlangsung. (das)

Redaksi

Recent Posts

Sampah Plastik Kepung Pantai Padang, Minta Penanganan Serius

Tumpukan sampah plastik kepung Pantai Padang di sekitar Masjid Al-Hakim, wisatawan soroti kebersihan kawasan wisata…

47 menit ago

Parkir Sembarangan di Flyover Kelok 9, Pengendara Disanksi Push Up

Satlantas Polres Limapuluh Kota beri sanksi push up bagi pengendara yang parkir sembarangan di Flyover…

3 jam ago

Beli RoaMax Umrah Telkomsel, Bonus Voucher Kuliner Nusantara di Makkah

Telkomsel hadirkan RoaMax Umrah kuota 70 GB hingga 17 hari plus voucher kuliner Nusantara di…

3 jam ago

The Premiere Hotel Hadirkan “Resapi Ramadan”, All You Can Eat Rp198 Ribu

The Premiere Hotel Pekanbaru hadirkan program Resapi Ramadan dengan konsep All You Can Eat dan…

3 jam ago

Ramadan di Rumbai Makin Semarak, 99 Asma’ul Husna dan 25 Nama Nabi Terangi Jalan Sembilang

Ratusan lentera Asma’ul Husna dan nama nabi terangi Jalan Sembilang Rumbai, jadi tradisi Ramadan yang…

5 jam ago

SE Bupati Kuansing Ditempel, Satpol PP Pantau Kafe dan Kedai

Satpol PP Kuansing patroli hari pertama Ramadan, pastikan rumah makan di Teluk Kuantan tutup hingga…

22 jam ago