Bupati Siak Afni Z
SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Bupati Siak Afni Z saat buka Rakor Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) se-Provinsi Riau, meminta lelang proyek dilaksanakan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.
‘’Saya berharap dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Siak bisa transparan terhadap proyek-proyek yang nantinya akan dikerjakan. Karena saat ini era keterbukaan informasi, saya ingin lelang bisa dilihat masyarakat,’’ kata Afni di Gedung Tengku Maharatu, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Selasa (22/7).
Melalui rakor itu, Bupati berharap Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bisa memberikan ruang kepada konsultan lokal yang ada di Siak. ia minta LKPP bisa memberikan nilai lebih kepada konsultan anak-anak asli Siak.
‘’Baik penilaian maupun lelang, Jika tidak pun kepada konsultan yang lolos lelang bisa bermitra bersama konsultan lokal agar pertumbuhan ekonomi ini benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang ada di bawah,’’ pintanya.
Perwakilan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Provinsi Riau Thomas mengatakan, kepala ULP se-Provinsi Riau bisa memahami mekanisme dan regulasi-regulasi yang berlaku.
‘’Tentunya dengan diadakannya kegiatan ini kita bisa bersama-sama menyamakan persepsi dan regulasi-regulasi yang berlalu agar ke depan terkait pengadaan barang dan jasa bisa terlaksana dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku sehingga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat kepada masyarakat,’’ sebut Thomas.(amn)
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…
BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…