Categories: Siak

Teluk Lanus, Kampung Habitat Buaya Kini Diteror Harimau

SIAK (RIAUPOS.CO) – Teluk Lanus merupakan desa atau kampung yang berada di ujung Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Sejak sebulan terakhir warga dihantui atas kehadiran harimau sumatera. Teluk Lanus ini masih satu hamparan dengan ujung Kabupaten Pelalawan. Di sana hutan tanaman kayu salah satu perusahaan bubur kertas.

Harimau yang jumlahnya diduga lebih dari satu ekor itu mengintai ternak warga.

Tidak hanya kambing, tapi ayam dan anjing peliharaan warga untuk menjaga rumah dan kebun tak lepas dari gangguan binatang buas yang dilindungi itu. Kampung Teluk Lanus pada Rabu (14/7) mendapat kunjungan dari Bupati Siak H Alfedri untuk meninjau vaksinasi Covid-19. Lalu malamnya harimau kembali keluar dan memangsa ternak warga.

Dikatakan Kaur Pemerintahan Kampung Teluk Lanus, Kenang, seekor kambing warga berwarna putih ditarik dari dalam kandang dengan cara merusak dinding kandang. Suara kambing mengundang perhatian warga yang sejak tiga pekan lalu bersiaga. Warga langsung mendatangi asal suara, ternyata kambing dari kandang milik Salimin.

‘’Kejadiannya sekitar pukul 22.14 WIB. Setelah kejadian itu, suasana menjadi mencekam. Sebab, warga khawatir harimau bisa keluar sewaktu-waktu dan masih berkeliaran," jelas Kenang.

Menurutnya, warga menjadi khawatir atas keselamatan, terutama para orangtua terhadap anak-anaknya. Bahkan sejak kemarin, anak anak sudah tidak mengaji pada malam hari. Sebaliknya mengaji dipindahkan petang hari.

Harimau yang datang ini, berada tidak jauh dari lokasi sepekan lalu. Artinya, harimau masih berada di lokasi yang sama.

"Kami sangat berharap ada solusi dari situasi ini. Kami tidak ingin sampai ada korban dan terjadi konflik antara kami dengan harimau," kata Kenang.

Karena warga bisa saja khilaf menjerat dan menghabisi harimau itu. Tapi semua tentu tahu harimau itu merupakan hewan yang dilindungi. Tentunya ini menjadi dilema bagi warga Teluk Lanus. Meski hingga saat ini tidak ada korban jiwa, tapi apa saja bisa terjadi jika tidak segera dicarikan solusinya. Perlu perhatian semua pihak, termasuk instansi terkait dan pemangku kepentingan.

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago