Categories: Nasional

Kemenag Lanjutkan Program Subsidi Pulsa PJJ Madrasah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sedianya awal tahun pelajaran 2021-2022 mulai kembali pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Tetapi karena pandemi Covid-19 semakin mengganas, pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali bergulir. Kementerian Agama (Kemenag) sedang membahas untuk kembali menyalurkan bantuan atau subsidi pulsa kepada murid madrasah.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Moh Ishom Yusqi mengatakan untuk awal tahun ajaran baru yang berlangsung Juli 2021 sudah ada kucuran bantuan PJJ dalam bentuk bantuan pulsa.

"Dua minggu lalu sudah dicairkan," katanya, kemarin (15/7).

Ketentuannya bantuan untuk siswa raudhatul athfal (RA) atau setingkat PAUD sebesar 7 GB atau sekitar Rp19.250 per siswa. Sedangkan untuk jenjang MI sampai MA (setingkat SD sampai SMA) bantuannya 10 GB atau setara Rp27.500/siswa. Rekapitulasi Kemenag menyebutkan bantuan tersebut berhasil diinjeksikan ke 3,4 juta nomor siswa.

Perinciannya adalah untuk siswa RS sebanyak 490.270 nomor murid. Kemudian di jenjang MI ada 1.319.235 nomor murid. Lalu di jenjang MTs ada 1.090.926 nomor murid dan di tingkat MA bantuan tersalurkan untuk 550.629 nomor murid. Sisanya tidak berhasil diinjeksikan karena nomor tidak aktif.

Ishom mengatakan untuk bulan berikutnya yaitu Agustus dan seterusnya, saat ini sedang dilakukan usulan revisi anggaran yang tersisa di program yang sama. Kemudian juga sedang dilakukan pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapatkan alokasi hasil refocusing untuk keperluan lanjutan program bantuan PJJ. Bantuan ini nantinya dalam bentuk pulsa yang disalurkan kepada siswa maupun guru madrasah.

Sebelumnya Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag M. Ali Ramdhani mengatakan pandemi Covid-19 membuat 10 juta murid binaan Kemenag terpaksa menjalani belajar dari rumah. Dengan segala keterbatasannya. Menurut dia di masa yang tidak biasa ini, ketergantungan terhadap teknologi semakin tinggi. Guru maupun siswa ditantang untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif di tengah keterbatasan.

Ketua Umum Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan informasi yang dia terima banyak guru madrasah maupun sekolah tidak menerima kucuran bantuan pulsa atau data internet di awal tahun pelajaran ini. Berarti bantuan yang sudah dikucurkan Kemenag tersebut belum merata.

"Ada yang menyampaikan bantuan kuota internet belum ada. Baik dari Kementerian Agama maupun Kemendikbudristek," katanya.

Informasi lainnya ada guru yang mengatakan bantuan internet terakhir yang diterima adalah di bulan Mei yang lalu. Sedangkan untuk periode Juni dan Juli ini tidak ada lagi. Selain itu juga ada guru yang mengatakan masih mendapatkan kuota internet 12 GB dari Kemenag pada Juni lalu.(wan/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

17 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

17 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

17 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

18 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

18 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

18 jam ago