Categories: Siak

MTQ Kabupaten Siak Habiskan Anggaran Hampir Rp3 M

SIAK (RIAUPOS.CO) -Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Siak yang digelar pada 12-16 Desember lalu, di Kampung Merangkai, Kecamatan Dayun, berakhir dengan juara umum Kecamatan Siak, disusul tuan rumah Kecamatan Dayun.

Hanya saja, kegiatan keagamaan itu meninggalkan tanya di hati sejumlah warga yang mengikuti tahapannya, mengingat helatnya begitu sederhana, demikian juga dengan astakanya. Sementara kegiatan itu menelan anggaran hampir Rp3 miliar.

Ketika hal itu ditanya kepada Kabag Kesra H Rozi Chandra, dia mengatakan kegiatan itu menghabiskan biaya hampir Rp3 miliar.

“Semua biaya MTQ itu hampir Rp3 miliar. Dan karena pandemi Covid-19, memang tidak ada bazar dan pawai,” terangnya, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, mulai panggung atau astaka, hadiah, seragam panitia maupun pejabat, serta operasional kafilah dari 14 kecamatan, mulai dari tempat tinggal selama empat hari sampai makan minumnya dari anggaran itu. Ditanya apakah ada sponsor dalam kegiatan itu, dia mengatakan tidak ada.

Sementara Camat Dayun Novendra Kasmara sebagai tuan rumah mengatakan dia tidak terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Kami fokus memperjuangkan sebagai tuan rumah bagaimana kami bisa mendapatkan juara,” kata Novendra.

Dan hasilnya cukup memuaskan, sebab Kecamatan Dayun meriah juara II mengalahkan 12 kecamatan lainnya.

“Capaian ini sesuai harapan kami. Kami akan berusaha menjadi yang terbaik pada iven berikutnya,” ucapnya.

Terkait kegiatan tersebut, Novendra mengakui adanya celotehan warganya terkait astaka, dia sendiri secara pribadi enggan berkomentar.

Dia juga menjelaskan bahwa dia menurunkan tim untuk membangun suksesnya kegiatan tersebut. Bahkan dia juga ikut membantu mencarikan penginapan para kafilah dan juri di rumah rumah warga.

Terkait honor, semua dibayarkan usai kegiatan tersebut. Dan terkait hal itu, tidak ada keluhan dari timnya. Sebab tujuan timnya turun untuk menyukseskan MTQ kabupaten.

Sementara salah seorang panitia bernama Rahmat mengatakan dia mendapatkan honor di angka Rp2 juta. Sebab mereka bekerja sebelum MTQ dimulai sampai selesai.

“Kami bekerja tujuh hari, honor per hari Rp300 ribu, jadi sepekan Rp2 juta sudah dipotong pajak,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan panitia ada 300 orang, jumlah itu belum ditambah dengan dewan hakim. Sementara untuk gaji dewan hakim dibayarkan per jam. Menurutnya, honor dewan hakim lebih tinggi lagi dan jumlah dewan hakim puluhan orang.

“Terkait seragam panitia tahun ini kami hanya dibagi bahan, model dan upah jahit bayar sendiri. Sementara tahun tahun sebelumnya upah jahit juga dibayarkan,” terang Rahmat.(mng)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago