Bupati Rohul Anton ST MM foto bersama sejumlah kepala OPD usai menerima sertifikat Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis dalam acara Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Prokopim Setda Rohul Untuk Riau Pos)
ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – BUPATI Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM menerima sertifikat dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMS‑PE). Sertifikat ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Rohul dalam menerapkan program ecological fiscal transfer (EFT) dan partisipasi aktif dalam green leadership forum (GLF) 2025.
Penyerahan sertifikat berlangsung dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI 2025 oleh Wakil Menteri dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (5/8). Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan atas komitmen kepala daerah dalam memasukkan aspek lingkungan ke dalam mekanisme pendanaan publik.
Dalam acara tersebut hadir Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Inisiator Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis R Alam Surya Putra, Country Representative The Asia Foundation Hana A Satriyo, para gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia.
Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Bappeda Rohul Drs Yusmar MSi, Plt Kepala Dinas PUPR Rohul H Zulfikri ST, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohul Supratno SHut MM, Plt Kepala Dinas PMPD Rohul Prasetyo.
Bupati Rohul Anton ST MM menyebutkan, penghargaan KMS‑PE menjadi motivasi penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul untuk semakin serius mengintegrasikan pendekatan ekologis dalam penganggaran daerah. Menurutnya, EFT bukan sekadar kebijakan fiskal, namun strategi penting untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi lokal.
‘’Pemkab Rohul komit terhadap pendanaan ekologis sekaligus menjadikan EFT sebagai pemicu inovasi fiskal. Kita ingin memastikan bahwa pendanaan daerah tidak hanya berorientasi pembangunan, tetapi juga pelestarian lingkungan hidup,’’ ujar Bupati Anton, Selasa (5/8).
Selain menerima sertifikat KMS-PE dari PINUS Indonesia dan PATTIRO, Bupati Anton menyebutkan konferensi nasional Pendanaan Ekologis 2025 menjadi wadah penting bagi para pemimpin daerah untuk berbagi praktik terbaik dan strategi kolaboratif dalam pendanaan berbasis lingkungan.
Ditambahkan orang nomor satu Rohul itu, kehadirannya di ajang GLF tahun ini, menegaskan posisi Rokan Hulu di panggung nasional maupun global sebagai daerah yang progresif dalam pembangunan berkelanjutan. Implementasi EFT di Rokan Hulu, kata mantan Kadis PUPR Rohul itu, telah membawa beberapa dampak positif.
Di antaranya peningkatan pelayanan publik pada sektor yang berdampak lingkungan. Sinergi antar pemangku kepentingan, dari pemerintah pusat hingga masyarakat dalam merancang dan melaksanakan kebijakan pendanaan ekologis. Di samping tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pembangunan ramah lingkungan, yang diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.(adv)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…