Categories: Rokan Hilir

Kasus Malaria Kembali Naik, Sinaboi Catat 44 Pasien di Awal Tahun

SINABOI (RIAUPOS.CO) – Memasuki awal tahun 2026, kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam rentang waktu 2 hingga 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 44 kasus baru malaria ditemukan.

Kepala Puskesmas Sinaboi, dr. Sherman Wirly, menyampaikan bahwa puluhan kasus tersebut merupakan temuan baru berdasarkan hasil pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) serta hapusan darah tebal dan tipis yang saat ini masih menjalani proses verifikasi lanjutan.

“Sebanyak 44 kasus ini adalah kasus baru. Hasil RDT dan hapusan darah masih kami lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan,” ujar Sherman, Sabtu (10/1/2026) malam.

Sepanjang tahun 2025 lalu, jumlah penderita malaria di Kecamatan Sinaboi tercatat mencapai 1.263 orang yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

“Wilayah dengan kasus tertinggi berada di Kepenghuluan Sinaboi sebanyak 638 kasus, kemudian Sungai Bakau 450 kasus, Sinaboi Kota 104 kasus, Darussalam 48 kasus, Raja Bejamu 18 kasus, serta Sungai Nyamuk 5 kasus,” jelasnya.

Terkait ketersediaan obat, Sherman menjelaskan stok primakuin di Puskesmas Sinaboi saat ini masih tersisa tiga kotak. Sementara itu, obat DHP (Dihydroartemisinin-Piperaquine) yang dipinjam dari Puskesmas Bagansiapiapi juga masih tersedia tiga kotak.

“Pagi tadi stok primakuin masih tiga kotak utuh. Untuk DHP, kami mendapat pinjaman dari Puskesmas Jalan Jambu dan hingga siang tadi masih tersisa tiga kotak. Pada hari Senin, kami akan menambah persediaan obat dari gudang farmasi Kabupaten Rokan Hilir di Bagansiapiapi,” terangnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pasien malaria di wilayah tersebut berprofesi sebagai nelayan dan petani. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas pada malam hari selama masa pengobatan, menggunakan kelambu saat tidur, serta meminum obat secara teratur hingga tuntas.

“Jika terpaksa bekerja pada malam hari, sebaiknya mengenakan pakaian berlengan panjang dan menggunakan lotion anti nyamuk untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk penyebab malaria,” ujarnya.

“Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar penularan malaria dapat ditekan,” pungkasnya.***

Sumber: Posmetrorohil.com

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dugaan Korupsi Dana Satpol PP Bengkalis Rp1,4 Miliar, Polisi Tahan Satu Tersangka

Polres Bengkalis menahan TF dalam kasus dugaan korupsi dana Satpol PP 2021-2022. Kerugian negara berdasarkan…

8 menit ago

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Pil Ekstasi

Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…

17 jam ago

Harga TBS Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus 2026 Naik, Ini Besarannya

Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…

17 jam ago

Kafe A Tak Berizin dan Sudah Tiga Kali Ditegur, Satpol PP Kuansing Siapkan Langkah Tegas

Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…

18 jam ago

Polisi Temukan 8 Paket Sabu, Residivis Narkoba Kabur dengan Tangan Terborgol

Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…

18 jam ago

Waspada DBD! Kasus di Kuansing Melonjak, 100 Warga Terserang pada Mei

Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…

19 jam ago