Sekretaris Bappeda Pelalawan Arizon Nur SP MSi memimpin rapat evaluasi program pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan tengkes bersama mitra dari Yayasan Cipta, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Tanoto Foundation di ruang rapat utama Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (17/1/2024). (diskominfo untuk riaupos.co)
PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) – Dalam upaya percepatan penurunan tengkes (stunting) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggandeng Yayasan Cipta, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Tanoto Foundation melalui kerja sama pola kemitraan. Pemkab menggelar rapat evaluasi program pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan tengkes.
Kegiatan yang dipusatkan di ruang rapat utama kantor Bupati Pelalawan ini, sebagai bentuk komitmen dalam mempercepat penurunan tengkes di Negeri Seiya Sekata, sesuai Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan tengkes pada tahun 2018.
Terdapat 5 pilar di dalam Stranas tersebut, yaitu komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah. Kemudian, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di nasional dan daerah. Ketahanan pangan dan gizi. Serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. Kegiatan evaluasi itu dihadiri oleh Sekretaris Bappeda Arizon Nur SP MSi.
Sejumlah instansi yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pelalawan juga hadir yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DPMD, Disdukcapil Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan. Hadir juga tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Provinsi Riau dan perwakilan Tanoto Foundation, Dedi Triadi.
Sekretaris Bappeda Arizon Nur SP MSi mengatakan, pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan tengkes Pemkab Pelalawan mendapat dukungan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Tanoto Foundation melalui program kemitraan dengan Yayasan Cipta.
“Kegiatan ini bertujuan sebagai evaluasi mengenai segala kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam rangka penurunan tengkes di Kabupaten Pelalawan,” terangnya kepada Riau Pos, Rabu (17/1) kemarin di Pangkalankerinci. Dijelaskan Arizon, sejak September 2022 lalu hingga 2024 ini, telah dilakukan berbagai program kegiatan pendampingan.
Kegiatan itu telah menghasilkan dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) Kabupaten Pelalawan yang berisikan faktor determinan penyebab stunting di Kabupaten Pelalawan. Juga Rencana Aksi Strategi Komunikasi perubahan perilaku.
“Bahkan kegiatan percepatan penurunan stunting ini sudah dikawal dari segi penganggaran pada APBD 2024, dan realisasi nanti” ujarnya.(fiz)
Laporan M AMIN AMRAN, Pangkalan Kerinci
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…