Categories: Pelalawan

Pemkab Evaluasi Percepatan Penurunan Tengkes

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) – Dalam upaya percepatan penurunan tengkes (stunting) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggandeng Yayasan Cipta, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Tanoto Foundation melalui kerja sama pola kemitraan. Pemkab menggelar rapat evaluasi program pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan tengkes.

Kegiatan yang dipusatkan di ruang rapat utama kantor Bupati Pelalawan ini, sebagai bentuk komitmen dalam mempercepat penurunan tengkes di Negeri Seiya Sekata, sesuai Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan tengkes pada tahun 2018.

Terdapat 5 pilar di dalam Stranas tersebut, yaitu komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah. Kemudian, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di nasional dan daerah. Ketahanan pangan dan gizi. Serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. Kegiatan evaluasi itu dihadiri oleh Sekretaris Bappeda Arizon Nur SP MSi.

Sejumlah instansi yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pelalawan juga hadir yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DPMD, Disdukcapil Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan. Hadir juga tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Provinsi Riau dan perwakilan Tanoto Foundation, Dedi Triadi.

Sekretaris Bappeda Arizon Nur SP MSi mengatakan, pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan tengkes Pemkab Pelalawan mendapat dukungan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Tanoto Foundation melalui program kemitraan dengan Yayasan Cipta.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai evaluasi mengenai segala kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam rangka penurunan tengkes di Kabupaten Pelalawan,” terangnya kepada Riau Pos, Rabu (17/1) kemarin di Pangkalankerinci. Dijelaskan Arizon, sejak September 2022 lalu hingga 2024 ini, telah dilakukan berbagai program kegiatan pendampingan.

Kegiatan itu telah menghasilkan dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) Kabupaten Pelalawan yang berisikan faktor determinan penyebab stunting di Kabupaten Pelalawan. Juga Rencana Aksi Strategi Komunikasi perubahan perilaku.

“Bahkan kegiatan percepatan penurunan stunting ini sudah dikawal dari segi penganggaran pada APBD 2024, dan realisasi nanti” ujarnya.(fiz)

Laporan M AMIN AMRAN, Pangkalan Kerinci

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

8 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

9 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

10 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago