Seorang wanita pengedar sabu diamankan tim mata elang Polres Kuansing di Sentajo Raya, Kuansing, Senin (29/7/2024) sore. (HUMAS POLRES KUANSING UNTUK RIAU POS)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim mata elang Satres Narkoba Polres Kuansing berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 1,74 gram di Desa Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Pengungkapan kasus ini terjadi pada Senin (29/7) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Novris H Simanjuntak SH MM mengatakan, kali ini pelakunya adalah seorang wanita berinisial TA. ’’Tersangka berinisial TA (37) berperan sebagai pengedar,’’ kata Norris.
TA disangkakan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Barang bukti berupa 1 paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening dan 1 unit handphone hitam.
Penangkapan TA yang dipimpin oleh Kasat Satres Narkoba AKP Novris H Simanjuntak SH MH setelah melakukan penyelidikan di sekitaran Desa Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya.
Pengakuan tersangka saat diinterogasi mengakui mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari seseorang yang berinisial RE (DPO) dengan harga Rp2.000.000. Setelah penangkapan, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Kuantan Singingi untuk pengusutan lebih lanjut. Hasil tes urine tersangka TA (37) dinyatakan positif mengandung amphetamine.(dac)
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.