Petugas kepolisian bersama Tim SAR melakukan evakuasi terhadap mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai Kuantan, awal Maret lalu. (BPBD KUANSING UNTUK RIAUPOS.CO)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Masih ingat dengan kasus penemuan mayat laki-laki yang terapung di Sungai Kuantan, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean awal Maret 2024 lalu? Hingga kini, identitas mayat tersebut belum diketahui.
Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar saat berbincang dengan Riau Pos, Selasa (26/3) menyebutkan, informasi terakhir mayat tersebut saat ini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pekanbaru.
‘’Kami belum mendapat laporan perkembangan mayat yang terapung di Pangean beberapa waktu lalu. Nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Yang jelas, hingga saat ini, belum diketahui identitas mayat tersebut. Kami juga belum mendapatkan laporan terkait warga Kuansing yang hilang,’’ kata Yulizar.
Yulizar mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan jenis laki-laki, untuk melaporkan ke pihak kepolisian dan BPBD Kuansing. Hal ini juga untuk menguak identitas mayat yang terapung di Sungai Kuantan beberapa waktu lalu.
‘’Kalau masyarakat Kuansing, tidak ada yang merasa kehilangan keluarganya hingga saat ini. Kita masih menduga, mayat tersebut bisa jadi hanyut dari wilayah Sumbar seperti dari Padang Tarab dan warga yang tinggal di aliran Sungai Batang Palangki Sumbar,’’ kata Yulizar.
Yulizar membeberkan, dari pengakuan anggota BPBD Kuansing yang mengevakuasi mayat yang terapung itu menyebutkan, beberapa bagian tubuh korban mengalami robek dan dan lebam.
‘’Kata anggota, ada robek di bagian pelipis dan bagian kuping terpotong. Nah, ini kita tidak tahu penyebabnya. Apakah karena kekerasan atau benturan. Bisa saja dimakan binatang saat mengapung di air. Kondisi korban saat itu telentang dan hanya menggunakan celana dalam,’’ kata Yulizar.(yas)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…