Categories: Kuantan Singingi

700,5 Hektare Sawit Tua Diremajakan, 336 Petani Kuansing Terima Program PSR

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Seluas 700,5 hektare kebun kelapa sawit milik masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akan diremajakan melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Lahan sawit tersebut tersebar di lima kecamatan dan diusulkan oleh lima koperasi unit desa (KUD) dengan jumlah anggota sebanyak 336 petani atau pekebun.

Adapun rincian lahan yang diusulkan masing-masing berasal dari KUD Tirta Kencana Tahap III Desa Air Mas, Kecamatan Singingi seluas 245,40 hektare dengan 125 anggota.

Selanjutnya, KUD Tupan Tri Bhakti Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir mengusulkan peremajaan seluas 79,14 hektare dengan 33 petani.

KUD Sawit Jaya Tahap III Desa Petai Baru, Kecamatan Singingi juga mengajukan peremajaan lahan seluas 80,20 hektare yang diikuti 44 petani.

Sementara itu, KUD Soban Jaya Desa Pangkalan Pucuk Rantau mengusulkan peremajaan seluas 233,27 hektare dengan 84 anggota.

Selain itu, KUD Pratama Jaya Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi turut mengusulkan peremajaan kebun sawit seluas 62,56 hektare dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang.

Program PSR sendiri telah berjalan di Kabupaten Kuansing sejak tahun 2018. Hingga periode 2018 sampai 2025, total luas kebun sawit masyarakat yang telah diremajakan mencapai 6.428 hektare.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Kuansing, Andriyama Putra SHut MM, melalui Kepala Bidang Perkebunan Nori Parindra SPt MM, menyampaikan bahwa usulan dari lima KUD tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi.

Proses verifikasi dilakukan oleh Dinas Bunnak Kuansing guna memastikan kelayakan lahan dan persyaratan administrasi sesuai ketentuan program.

Menurut Nori, pelaksanaan program PSR wajib melalui kelembagaan. Setiap petani berhak menerima bantuan sebesar Rp60 juta per hektare dengan batas maksimal empat hektare per petani atau per NIK.

Ia menambahkan, kebun sawit yang dapat mengikuti program PSR harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya usia tanam minimal 25 tahun, produktivitas kurang dari atau sama dengan 10 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun pada umur minimal tujuh tahun, serta menggunakan bibit tidak unggul. (dac)

Redaksi

Recent Posts

Mitsubishi New Pajero Sport, SUV Tangguh dengan Teknologi Keselamatan Lengkap

Mitsubishi New Pajero Sport hadir dengan sasis ladder frame, mesin diesel bertenaga, dan teknologi keselamatan…

28 menit ago

Penerbangan Langsung Pekanbaru–Sibolga Resmi Beroperasi

Rute penerbangan Pekanbaru–Sibolga resmi dibuka oleh Wings Air, memperkuat konektivitas Riau–Sumut dan mendukung mobilitas serta…

53 menit ago

Empat Trayek Bus DAMRI Buka Akses 12 Kecamatan di Siak

Empat trayek bus perintis DAMRI kini menjangkau 12 kecamatan di Kabupaten Siak dan membantu membuka…

2 jam ago

Polisi Ungkap Pencurian Switchboard PHR, Kerugian Capai Rp619 Juta

Polsek Tapung membongkar kasus pencurian komponen switchboard milik PHR dengan kerugian Rp619 juta dan mengamankan…

3 jam ago

Pangdam Tuanku Tambusai Apresiasi Unilak Gelar Kompetisi Pelajar Terbesar di Riau

Unilak menggelar lomba baris-berbaris dan sepak bola SMA/SMK terbesar di Riau yang mendapat apresiasi Pangdam…

4 jam ago

Prof Daeng Ayub Kupas Kepemimpinan Pendidikan Abad 21 Berbasis Budaya Melayu

Prof Daeng Ayub dikukuhkan sebagai guru besar Unri dan menyoroti kepemimpinan pendidikan abad 21 yang…

4 jam ago