Categories: Kuantan Singingi

Warga Diminta Tetap Waspada

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – SEMPAT naik di angka 6.25 meter sehari sebelumnya, kini ketinggian air Sungai Kuantan sudah surut. Bahkan saat ini sudah di angka 4.14 meter.

Petugas Wilayah Sungai Sumatera III Provinsi Riau, Erianto kepada Riau Pos, Ahad (5/5) menyebutkan, tingginya debit air Sungai Kuantan sehari sebelumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi di Kuansing dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

‘’Data dari tugu pengukuran debit air Sungai Kuantan memperlihatkan adanya penyusutan debit air sekitar 1,6 meter. Namun, cuaca di Kuansing saat ini masih turun hujan di sebagian wilayah. Kita berharap curah hujan di Sumbar tidak tinggi, sebab yang paling berpengaruh itu curah hujan di Sumbar,’’ kata Erianto.

Sungai Kuantan ini, kata Eriranto, bermuara di tiga sungai besar di Sumbar, masing-masing Sungai Ombilin, Sungai Sinamar dan Sungai Batang Palangki. Apabila tiga sungai ini meluap, maka Kuansing akan banjir.

‘’Kalau di angka 4 meter ini. Tidak banyak daerah yang terkena banjir. Hanya daerah-daerah yang rendah. Tapi kalau sudah melewati angka 5 meter, dipastikan akan menggenangi ratusan rumah di bagian hilir Kuansing. Nah, yang terjadi kemarin, itu hanya banjir lewat, durasinya tidak lama,’’ sebut Erianto.

Terkait jumlah rumah yang terendam banjir di beberapa daerah, Kalaksa BPBD Kuansing, Yulizar menyebutkan, luapan Sungai Kuantan kali ini tidak separah yang terjadi sebelumnya.

‘’Memang ada beberapa daerah yang tergenang banjir. Namun tidak terlalu banyak. Anggota hari ini sedang melihat ke daerah-daerah bagian hilir.  Sebagian rumah memang nampak terendam. Sekarang kami sedang mengumpulkan data, berapa rumah dan daerah mana saja yang terendam,’’ kata Yulizar.

Hingga saat ini, lanjut Yulizar, belum ada laporan dari pemerintah desa dan kecamatan terkait parahnya banjir yang terjadi di Kuansing.

‘’Sekarang sudah jauh surut. Diperkirakan tidak ada lagi rumah yang terendam. Namun, kami juga tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Terutama masyarakat bagian hilir,’’ kata Yulizar.(hen)

Laporan MARDIAS CAN, Telukkuantan

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

9 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

9 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

10 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

10 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

10 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

22 jam ago