Categories: Kepulauan Meranti

Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Capaian realisasi investasi Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif dan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menaikkan target investasi Kepulauan Meranti hingga Rp1,5 triliun pada periode berikutnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Meranti, realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp243,9 miliar atau 151,50 persen dari target kabupaten. Sementara jika dibandingkan dengan target provinsi, capaian investasi Meranti tercatat menembus 127,99 persen.

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Kepulauan Meranti Istiqomah SE MSi menyebutkan, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Hal ini sekaligus menandai pemulihan investasi setelah sempat mengalami perlambatan pada periode 2023–2024.

“Tahun 2025 ini terlihat pemulihan yang cukup kuat. Realisasi investasi tidak hanya melampaui target kabupaten, tetapi juga target provinsi. Inilah yang menjadi dasar Pemprov Riau menaikkan target investasi Meranti menjadi Rp1,5 triliun,” ujar Istiqomah.

Menurutnya, peningkatan realisasi investasi tidak terlepas dari perbaikan sistem pelayanan perizinan melalui penerapan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 beserta peraturan turunannya.

“Seluruh perizinan kini mengacu pada perizinan berbasis risiko. Untuk usaha berisiko rendah cukup dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara usaha berisiko menengah dan tinggi melalui pemenuhan standar serta izin operasional. Skema ini mempercepat proses dan menurunkan biaya administrasi bagi investor,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong sinkronisasi perencanaan investasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM). Langkah ini dilakukan agar setiap investasi yang masuk sesuai zonasi dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Dengan meningkatnya target investasi dari Pemprov Riau, DPMPTSP menilai dibutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur strategis seperti pelabuhan, listrik, dan akses logistik.

“Target Rp1,5 triliun ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Jika infrastruktur dan dukungan sektor lain tidak dipercepat tentu akan berat. Namun bila semua pihak bergerak bersama, ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Meranti,” tutupnya. (wir)

Redaksi

Recent Posts

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

19 jam ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

19 jam ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

19 jam ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

20 jam ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

20 jam ago

Kebakaran Hebohkan Jalintan Pekanbaru-Bangkinang, Empat Ruko Ludes!

Kebakaran melanda empat bangunan usaha di Rimbo Panjang, Kampar. Tidak ada korban jiwa, penyebab masih…

20 jam ago