Ilustrasi guru honorer (ilustrator : Afrizal Mahbub)
SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) – Guru di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) meski memikul tanggung jawab besar sebagai pendidik di daerah 3T.
Gusri, seorang guru ASN, menyebut pemerintah daerah masih menunggak TPP selama tiga bulan. Beban kerja yang meningkat tidak sebanding dengan hak yang diterima.
Nasib guru honorer lebih berat. Ada yang hanya menerima Rp300 ribu hingga Rp1 juta per bulan dan harus merangkap mata pelajaran karena kurangnya tenaga pengajar.
Bupati Meranti H Asmar menegaskan TPP yang tertunda masuk kategori tunda bayar dan tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah, disesuaikan dengan kemampuan fiskal.
saya seorang mualaf yang belum lama ini memeluk agama Islam Apakah setelah resmi masuk Islam…
PTPN IV Regional III perkuat tata kelola berbasis data lewat trossen telling, akurasi produksi TBS…
Harga TBS mitra plasma di Riau turun jadi Rp3.558,34 per kg. Penurunan dipicu melemahnya harga…
Safari Ramadan di Rumbai, Wako Pekanbaru serahkan bantuan ratusan juta dan paparkan capaian setahun terakhir.
Pemkab Kepulauan Meranti siapkan anggaran THR ASN jelang Idulfitri 1447 H, pencairan menunggu regulasi resmi…
Pemprov Riau gelar pasar murah jelang Ramadan. Bulog pastikan stok beras dan Minyakita aman serta…