Categories: Kepulauan Meranti

Cabai Merah Turun Tajam, Harga Sembako Selatpanjang Tetap Stabil

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harga bahan pokok atau sembako di Pasar Selatpanjang Pusat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada awal Januari 2026 terpantau relatif stabil dibandingkan Desember 2025. Mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga, sementara sebagian kecil mengalami penurunan signifikan dan kenaikan terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, daging sapi, ikan, serta aneka sayur dan buah lokal masih berada pada harga yang sama sejak akhir tahun lalu.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan dan distribusi bahan pokok di Selatpanjang masih terjaga dengan baik pasca perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting. Pada Desember 2025, harga cabai merah keriting sempat berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Memasuki Januari 2026, harganya turun dan stabil di kisaran Rp55.000 per kilogram atau mengalami penurunan lebih dari 40 persen.

Turunnya harga cabai merah keriting ini diduga dipengaruhi mulai normalnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Sementara itu, cabai rawit hijau masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Harga cabai rawit hijau bertahan di angka Rp95.000 per kilogram, sama seperti harga tertinggi pada akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan pasokan cabai rawit hijau masih terbatas dan memerlukan perhatian khusus.

Di sisi lain, harga daging ayam ras mengalami kenaikan tipis. Jika pada akhir Desember 2025 berada di kisaran Rp32.500 per kilogram, pada Januari 2026 naik menjadi Rp34.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai masih dalam batas wajar dan diduga terkait penyesuaian pasokan setelah libur panjang.

“Untuk beberapa komoditas seperti beras SPHP Bulog dan cabai merah besar, hingga saat ini masih belum tersedia di pasar selama periode pemantauan Desember 2025 sampai Januari 2026,” tambah Marwan.

Secara umum, kondisi harga sembako di awal tahun 2026 dinilai cukup kondusif dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Meski demikian, pemantauan terhadap komoditas cabai dan daging ayam ras tetap perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi kenaikan harga ke depan.

Redaksi

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Program Berobat Gratis UHC Tetap Berlanjut

Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…

14 menit ago

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

1 jam ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

1 jam ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

2 jam ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

2 jam ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

2 jam ago