Categories: Kepulauan Meranti

Meranti Kekurangan Puluhan Orang Dokter

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Layanan kesehatan ratusan ribu warga Kepulauan Meranti hanya ditangani 81 orang jumlah dokter. Padahal Kepulauan Meranti merupakan wilayah pulau terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan dengan negara tetangga.

Atas kondisi itu, dapat dipastikan daerah tersebut masih kekurangan jumlah dokter. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Fahri kepada Riau Pos, Ahad (4/2).

“Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk kurang lebih 200 ribu jiwa dan geografis berpulau, tentu 81 orang jumlah dokter yang tersebar di sini masih jauh dari kata cukup,” ujarnya.

Dari analisa mereka, jumlah minimal keberadaan dokter di daerah setempat seharusnya lebih dari  150 orang, baik keberadaan dokter umum hingga dokter spesialis.

Untuk itu ia berharap besar peran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi yang menjunjung tinggi sumpah janji profesinya dapat turut serta memperjuangkan hak warga daerah perbatasan itu dalam memenuhi kebutuhan jumlah para dokter.

“Mudah-mudahan ada dokter tambahan, terutama dokter spesialis yang mau bertugas di sini, karena kami memang masih banyak kekurangan dokter,” harapnya.

Adapun rinciannya, puluhan orang dokter yang bertugas di Meranti terdiri dari dokter umum PNS dan PPPK dengan jumlah yang ada 36 orang sedangkan kebutuhan 63, sehingga masih kekurangan 27 orang.

Selanjutnya, untuk dokter gigi PNS dan PPPK dengan jumlah yang ada sebanyak 8 orang sedangkan kebutuhan 28 sehingga masih kekurangan 20 orang. Kemudian, untuk dokter spesialis PNS dan PPPK dengan jumlah yang ada 7 orang sedangkan kebutuhan 59 sehingga masih kekurangan 52 orang.

Sementara untuk dokter yang berasal dari non-ASN (PTT, THL, WKDS), jumlah dokter umum yang ada hanya 16 orang, dokter gigi 3 dan dokter spesialis 11 orang.

Adapun rincian untuk dokter spesialis mulai dari dokter spesialis anak 2 (WKDS), spesialis bedah 2 (PNS), spesialis OBGYN 3 (1 PNS dan 2 THL).

Kemudian, spesialis penyakit dalam 2 (1 PNS dan 1 THL),spesialis anastesi 2 (1 PNS dan 1 WKDS), spesialis patologi klinik 2 (PNS).

Lalu, spesialis rehab medik 1 (PNS), spesialis mata 0, spesialis radiologi 1 (THL), spesialis paru 1 (THL), spesialis saraf 1 (THL), spesialis THT 1 (THL).(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

1 hari ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

2 hari ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

2 hari ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

2 hari ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

2 hari ago