Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Irma Susan Paramita SGz MKes (tengah) foto bersama usai menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ranah Singkuang, Kebupaten Kampar, Sabtu (19/7/2025) lalu.
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Dalam upaya mengedukasi masyarakat di Provinsi Riau dalam bahaya stunting masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ranah Singkuang Kebupaten Kampar, Sabtu (19/7) lalu.
Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Irma Susan Paramita SGz MKes.
Menurut Irma Susan Paramita SGz MKes, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih berkisar 21,6 persen. Angka ini memang menurun dari tahun-tahun sebelumnya, namun tetap mengkhawatirkan karena berada di atas standar maksimal yang ditetapkan WHO, yakni 20 persen. Stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, melainkan berimplikasi pada rendahnya kecerdasan, daya saing, bahkan produktivitas generasi mendatang.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, pihaknya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar.
Mengangkat tema “Pembinaan Remaja Putri melalui Kelompok Gen Z Sadar Gizi sebagai Upaya Pencegahan Stunting”, kegiatan ini melibatkan remaja putri sebagai peserta utama, sekaligus menempatkan mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Metode pembinaan remaja putri dilakukan dengan pendekatan partisipatif yaitu memberdayakan remaja putri melalui edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dalam 1.000 HPK dan pencegahan stunting, pelatihan pengukuran antropometri remaja dan balita dan demonstrasi pembuatan menu sehat berbasis pangan lokal (ikan patin) untuk mencegah stunting sehingga dapat membantu peningkatan pemahaman dan pengelolaan gizi dirinya tetapi juga pengelolaan gizi keluarga diharapkan dapat dioptimalkan.
‘’Apa yang kami lakukan di Desa Ranah Singkuang menunjukkan pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni membangun kesadaran gizi pada generasi muda. Jika program serupa diperluas ke desa-desa lain, lahirnya sebuah gerakan masif yang melibatkan remaja sebagai penggerak utama,’’ katanya.(ayi/c)
Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…
Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…
BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…
Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…
Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…
Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…